Xavi Espart mulai mencuri perhatian bersama tim utama Barcelona setelah Hansi Flick memberi pemain muda jebolan La Masia tersebut peran penting pada awal musim ini. Meski baru berusia 19 tahun, Espart mampu menunjukkan ketenangan dan fleksibilitas ketika menjalankan tugas sebagai bek kiri dalam dua pertandingan awal Barcelona.
Kemunculan Espart sekaligus memperlihatkan keberhasilan Barcelona dalam memanfaatkan pemain muda dari akademi. Hansi Flick tidak ragu memberikan menit bermain kepada talenta muda apabila mereka mampu memenuhi kebutuhan taktik tim.
Espart sendiri sebenarnya bukan wajah baru di skuad utama Barcelona. Flick sudah membuka kesempatan baginya untuk bermain sejak Maret pada musim sebelumnya. Ketika itu, Espart mencatat empat penampilan di LaLiga dan ikut menjadi bagian dari perjalanan Barcelona mempertahankan gelar liga.
Xavi Espart Tampil di Posisi yang Tidak Biasa
Menariknya, Xavi Espart tidak mengawali karier sebagai bek kiri. Pemain berusia 19 tahun tersebut lebih terbiasa menjalankan tugas sebagai bek kanan maupun gelandang bertahan.
Namun, Flick melihat kemampuan lain dalam permainan Espart. Pelatih asal Jerman tersebut kemudian menempatkannya sebagai bek kiri sejak menit pertama ketika Barcelona menghadapi Elche dan Athletic Bilbao.
Keputusan itu cukup menarik karena Barcelona mempunyai Alejandro Balde untuk mengisi sektor tersebut. Selain itu, Joao Cancelo juga mampu menjalankan peran sebagai bek kiri. Akan tetapi, Flick memiliki rencana berbeda.
Balde belum menjadi pilihan utama sang pelatih. Sementara itu, Flick menempatkan Cancelo di sisi kanan pada dua pertandingan tersebut. Situasi itu akhirnya membuka kesempatan bagi Espart untuk mengisi area pertahanan sebelah kiri.
Alih-alih kesulitan beradaptasi, Espart justru mampu menyelesaikan dua pertandingan tersebut selama 90 menit penuh. Penampilannya juga memberikan kontribusi penting bagi permainan Barcelona.
Kontribusi Espart Saat Barcelona Menghadapi Elche
Performa Xavi Espart ketika Barcelona mengalahkan Elche menjadi salah satu bukti kemampuannya beradaptasi dengan cepat. Ia tidak hanya membantu lini pertahanan, tetapi juga ikut memberikan kontribusi ketika tim membangun serangan.
Espart mencatatkan satu assist untuk gol Fermin Lopez pada babak kedua. Selain itu, pemain muda Barcelona tersebut menghasilkan satu umpan kunci sepanjang pertandingan.
Kontribusinya dalam bertahan juga cukup menonjol. Espart membuat enam tekel sukses, lima sapuan, serta dua intersep. Ia juga memenangkan tiga duel udara.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Espart mampu menjalankan tugas yang Flick berikan meskipun posisi bek kiri bukan peran utamanya. Kemampuan membaca permainan dan disiplin dalam menjaga area pertahanan menjadi bagian penting dari penampilannya.

Xavi Espart.
Tetap Konsisten Saat Melawan Athletic Bilbao
Xavi Espart kembali mendapatkan kepercayaan ketika Barcelona bertemu Athletic Bilbao. Flick sekali lagi memasangnya sejak awal pertandingan di sektor kiri pertahanan.
Espart mampu menjaga performanya. Dalam pertandingan tersebut, ia menghasilkan satu umpan kunci dan melepaskan satu tembakan tepat sasaran.
Selain membantu serangan, Espart tetap menjalankan tanggung jawab defensif dengan baik. Ia mencatat satu tekel sukses, satu sapuan, dua intersep, serta memenangkan satu duel udara.
Performa tersebut semakin memperlihatkan fleksibilitas yang Espart miliki. Walaupun terbiasa bermain di sisi kanan atau sebagai gelandang bertahan, ia mampu memahami tuntutan taktik ketika Flick memintanya menjaga sisi kiri.
Kemampuan bermain di beberapa posisi tentu memberikan keuntungan bagi Barcelona. Flick mempunyai lebih banyak pilihan untuk mengatur komposisi tim sekaligus melakukan penyesuaian ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Hansi Flick Terpukau dengan Performa Xavi Espart
Setelah pertandingan melawan Athletic Bilbao, Hansi Flick memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan Espart. Sang pelatih mengaku terkesan karena pemain mudanya mampu menjalankan peran di sisi kiri dengan baik.
Flick menilai Espart selalu menjaga fokus serta mempunyai pemahaman taktik yang kuat. Ketenangan pemain berusia 19 tahun itu ketika berada di lapangan juga membuat sang pelatih terkesan.
Menurut Flick, memainkan posisi tersebut bukan pekerjaan mudah. Meski demikian, Espart mampu menjalankan tugas ketika Barcelona menguasai bola maupun saat tim harus bertahan.
Pelatih asal Jerman tersebut juga menyoroti kemampuan teknis Espart. Flick melihat sang pemain memiliki kualitas tinggi dan potensi besar untuk terus berkembang apabila mampu mempertahankan arah perkembangannya.
Pujian itu menjadi sinyal positif bagi perjalanan Espart bersama tim utama. Terlebih, persaingan mendapatkan menit bermain di Barcelona selalu berlangsung ketat.
La Masia Semakin Mendominasi Skuad Barcelona
Kemunculan Xavi Espart semakin memperkuat pengaruh La Masia dalam skuad Barcelona. Klub asal Catalunya tersebut kembali mendapatkan manfaat besar dari sistem pembinaan pemain muda yang telah menjadi bagian penting dalam identitas mereka.
Flick juga menunjukkan keberanian untuk mengandalkan pemain hasil akademi. Dalam dua pertandingan terakhir, tujuh dari 11 pemain yang mengisi susunan starter Barcelona pernah menjalani proses pembinaan di La Masia.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akademi Barcelona masih mampu menyediakan pemain untuk kebutuhan tim utama. Selain menawarkan kualitas teknik, para pemain binaan klub biasanya telah memahami filosofi permainan Barcelona sejak usia muda.
Bagi Espart, kesempatan yang ia dapatkan pada awal musim bisa menjadi titik penting dalam kariernya. Kemampuan menjalankan beberapa peran membuatnya memiliki nilai tambah di mata Flick.
Meski perjalanan musim masih panjang, performa awal Xavi Espart memberikan alasan bagi Barcelona untuk terus memberinya kesempatan. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan terus berkembang, pemain berusia 19 tahun tersebut berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta La Masia yang memiliki masa depan cerah di tim utama.