Skorsing AFC – Penyerang Persib Bandung, Uilliam Barros, resmi di jatuhi sanksi larangan bermain selama dua pertandingan oleh Komite Disiplin dan Etik AFC (Asian Football Confederation). Keputusan ini muncul setelah rapat Komdis dan Etik AFC pada 18 Maret 2026, menindaklanjuti insiden yang terjadi pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026.

Insiden bermula saat Persib menjamu Ratchaburi FC di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari 2026. Pada pertandingan tersebut, Persib tengah berjuang mengejar agregat 0-3 dari leg pertama. Gol yang di cetak Andrew Jung pada menit ke-40 sempat menyalakan harapan bagi tim Maung Bandung untuk lolos ke perempat final.

Namun, harapan itu sirna seketika ketika Uilliam Barros mendapatkan kartu merah pada menit tambahan babak pertama, 45+6’, setelah melakukan tekel berbahaya terhadap pemain Ratchaburi, Jonathan Khemdee. Wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Al-Shamrani, langsung mengusir Barros dari lapangan. Dengan kehilangan satu pemain, Persib hanya bermain dengan 10 orang dan kesulitan menahan tekanan lawan di babak kedua hingga akhirnya tersingkir dari kompetisi.

Detail Sanksi dan Denda untuk Uilliam Barros

Selain skorsing dua laga, Komite Disiplin dan Etik AFC juga memutuskan bahwa Uilliam Barros harus membayar denda sebesar USD 1.500 (sekitar Rp 25 juta). Denda ini harus di lunasi 30 hari sejak tanggal putusan. Larangan bermain berlaku untuk pertandingan-pertandingan level AFC, termasuk kompetisi AFC Champions League dan turnamen resmi lainnya di bawah naungan AFC.

Menurut Komdis AFC, pelanggaran yang dilakukan Barros di kategorikan sebagai “serius” sesuai Pasal 47 Kode Disiplin dan Etik AFC. Pelanggaran serius memungkinkan wasit untuk langsung mengusir pemain dari lapangan, yang kemudian memicu skorsing tambahan secara otomatis.

Dalam kasus ini, skorsing dua pertandingan mencakup:

  1. Satu pertandingan penangguhan otomatis akibat kartu merah yang di terima di laga Persib vs Ratchaburi.

  2. Tambahan satu laga sesuai ketentuan Pasal 38.2.3 dari Kode Disiplin dan Etik AFC.

Selain itu, pembayaran denda USD 1.500 wajib di selesaikan sesuai Pasal 4.1.2 surat edaran disiplin AFC untuk ACL 2 2025-2026. Kegagalan membayar dalam waktu yang di tentukan dapat menimbulkan sanksi tambahan, termasuk larangan mengikuti kompetisi AFC di masa mendatang.

Skorsing AFC

Pemain Persib Bandung Uilliam Barros

Dampak Hukuman terhadap Persib Bandung

Sanksi ini menjadi pukulan berat bagi Persib Bandung, terutama menjelang pertandingan-pertandingan penting di level AFC. Kehilangan Barros di dua laga ke depan akan mempengaruhi lini depan tim, mengingat perannya sebagai penyerang utama yang mampu mencetak gol krusial.

Manajemen Persib di harapkan segera menyesuaikan strategi tim dan mempersiapkan pemain cadangan untuk mengisi posisi Barros. Selain itu, klub harus memastikan pembayaran denda dilakukan tepat waktu untuk menghindari konsekuensi tambahan dari AFC.

Skorsing ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pemain Persib dan klub-klub lain mengenai pentingnya sportivitas dan disiplin di kompetisi internasional. TeKel berbahaya dan perilaku agresif dapat merugikan tim, baik dari sisi pertandingan maupun finansial.

Kesimpulan

Kasus Uilliam Barros menegaskan komitmen AFC dalam menegakkan disiplin di lapangan. Pelanggaran serius berpotensi berdampak besar pada tim dan pemain itu sendiri. Dengan skorsing dua laga dan denda USD 1.500, keputusan ini di harapkan menjadi pelajaran bagi seluruh pemain agar tetap menjunjung tinggi fair play.

Persib Bandung kini harus menghadapi tantangan tambahan tanpa Barros di lini depan. Sambil memastikan disiplin dan persiapan matang untuk pertandingan berikutnya di ajang internasional.