Klub raksasa Italia – AC Milan, tengah berada dalam situasi sulit menjelang akhir musim kompetisi Liga Italia Serie A 2025/2026. Penurunan performa dalam beberapa pertandingan terakhir membuat posisi mereka di klasemen semakin terancam. Tidak hanya persoalan di atas lapangan, kondisi internal klub juga di kabarkan sedang memanas akibat potensi perubahan besar dalam struktur manajemen dan kepelatihan.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan terjadinya “revolusi” di tubuh Rossoneri pada musim panas mendatang. Beberapa nama penting yang selama ini menjadi bagian dari proyek klub di sebut-sebut dapat meninggalkan San Siro apabila kondisi tidak segera membaik.
Performa Menurun Ancam Posisi Empat Besar
Dalam delapan pertandingan terakhir Serie A, AC Milan hanya mampu meraih tujuh poin. Hasil tersebut membuat posisi mereka di klasemen mengalami penurunan signifikan. Kini Milan berada di peringkat keempat dengan koleksi 67 poin, jumlah yang sama dengan rival mereka, AS Roma, yang berada tepat di bawah mereka.
Persaingan menuju zona Liga Champions pun semakin ketat. Bahkan, Milan hanya terpaut dua poin dari Como 1907 yang berada di posisi keenam klasemen sementara Liga Italia. Kondisi ini membuat peluang mereka untuk mengamankan tiket ke kompetisi elit Eropa musim depan belum sepenuhnya aman.
Tekanan besar kini mengarah kepada skuad asuhan Massimiliano Allegri yang di anggap gagal menjaga konsistensi performa tim pada fase penting musim ini.
Milanello Jadi Tempat Ritiro Intensif
Sebagai bentuk evaluasi atas hasil buruk yang di raih tim, manajemen klub memutuskan untuk mengadakan ritiro atau pemusatan latihan tertutup di pusat latihan Milanello mulai pertengahan Mei 2026.
Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan fokus para pemain sekaligus memperbaiki kekompakan tim menjelang pertandingan penting melawan Genoa. Selain menjadi sarana pembinaan teknis, ritiro juga di sebut sebagai bentuk tindakan di siplin terhadap performa yang di nilai mengecewakan.
Langkah ini di harapkan mampu mengembalikan mental bertanding para pemain setelah serangkaian hasil negatif yang membuat kepercayaan publik terhadap tim mulai menurun.

Para pemain AC Milan termasuk Luka Modric dan Youssouf Fofana berdiskusi pada laga kontra Verona. Hasil Verona vs AC Milan dalam lanjutan Liga Italia berakhir 1-0 bagi kemenangan Rossoneri. Laga ini berlangsung di Stadion Marantonio Bentegodi, Verona, Minggu (19/4/2026) malam WIB.
Konflik Internal Jadi Sorotan
Di tengah tekanan hasil pertandingan, isu ketegangan internal turut memperburuk situasi klub. Sejumlah laporan media Italia menyebut adanya hubungan yang tidak harmonis antara pelatih Massimiliano Allegri dengan penasihat senior klub, Zlatan Ibrahimovic.
Konflik tersebut di yakini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi stabilitas ruang ganti dan arah kebijakan klub. Selain Allegri, Direktur Olahraga Igli Tare juga di sebut berpotensi meninggalkan klub meski baru menjalani satu musim bersama Milan.
Di sisi lain, posisi CEO klub, Giorgio Furlani, juga sedang mendapat tekanan besar dari para pendukung tim. Ketidakpuasan suporter terhadap kinerja manajemen memunculkan petisi online yang meminta Furlani di copot dari jabatannya. Petisi tersebut dilaporkan telah memperoleh lebih dari 50 ribu tanda tangan.
Tony D’Amico Muncul Sebagai Kandidat Pengganti
Nama Tony D’Amico kini mulai di kaitkan dengan AC Milan sebagai calon kuat pengganti Igli Tare. D’Amico saat ini masih menjabat sebagai CEO Atalanta dan di kenal memiliki pengalaman dalam membangun tim yang kompetitif di Serie A.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa D’Amico tertarik menerima tantangan baru bersama Milan, terutama karena klub sedang membutuhkan sosok yang mampu melakukan restrukturisasi secara menyeluruh.
Apabila proses perekrutan tersebut terealisasi, D’Amico kemungkinan akan mendapatkan kewenangan lebih besar dalam pengambilan keputusan klub. Hal itu dapat berdampak pada berkurangnya pengaruh Giorgio Furlani maupun Zlatan Ibrahimovic dalam struktur manajemen Rossoneri.
Masa Depan Milan Masih Penuh Ketidakpastian
Kekalahan dramatis 2-3 dari Atalanta dalam laga sebelumnya menjadi titik yang semakin memperbesar tekanan terhadap manajemen dan staf pelatih. Kelompok ultras Milan bahkan secara terbuka menyuarakan protes terhadap arah kebijakan klub.
Meski demikian, situasi internal AC Milan masih bisa berubah dalam beberapa pekan ke depan. Sebagian pihak menilai Zlatan Ibrahimovic masih memiliki dukungan kuat dari suporter sehingga peluangnya bertahan tetap terbuka.
Kini, fokus utama AC Milan adalah memastikan mereka tetap berada di zona Liga Champions hingga akhir musim. Namun di balik perjuangan tersebut, klub juga harus segera menyelesaikan konflik internal agar tidak berdampak lebih besar terhadap masa depan tim.
Dengan kondisi yang belum stabil, musim panas 2026 diprediksi akan menjadi periode penting yang menentukan arah baru bagi AC Milan, baik dari sisi teknis maupun manajemen klub.