Timnas Indonesia – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa keikutsertaan skuad Garuda di ASEAN Championship 2026 bukan semata-mata untuk mengejar trofi juara. Turnamen yang sebelumnya di kenal sebagai Piala AFF tersebut justru di pandang sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang dalam membangun tim nasional yang lebih kompetitif di level Asia.

Di tengah agenda pemusatan latihan yang berlangsung di Bali United Training Center, Herdman menjelaskan bahwa fokus utamanya adalah mempersiapkan generasi pemain yang mampu membawa Indonesia bersaing dalam berbagai ajang internasional pada masa mendatang. Baginya, setiap pertandingan di ASEAN Championship menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kualitas pemain lokal sekaligus membentuk kerangka tim yang lebih matang.

ASEAN Championship 2026 Menjadi Bagian dari Rencana Besar Timnas Indonesia

John Herdman mengungkapkan bahwa seluruh program yang di jalankan bersama Timnas Indonesia mengacu pada target jangka panjang hingga tahun 2030. Oleh karena itu, setiap turnamen yang di ikuti memiliki peran penting dalam proses pembentukan skuad, termasuk ASEAN Championship 2026.

Menurut pelatih asal Inggris tersebut, perjalanan menuju target besar tidak dapat dilakukan secara instan. Indonesia masih memiliki sejumlah agenda penting, seperti Piala Asia AFC 2027 dan berbagai kompetisi internasional lainnya yang menjadi tahapan menuju peningkatan prestasi sepak bola nasional.

Karena itu, ASEAN Championship di posisikan sebagai ajang untuk mengidentifikasi pemain-pemain lokal yang memiliki potensi berkembang menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan. Selain mengevaluasi kemampuan individu, Herdman juga ingin melihat bagaimana para pemain beradaptasi dalam atmosfer kompetisi resmi yang penuh tekanan.

Turnamen Menjadi Sarana Mengasah Mental dan Pengalaman Pemain

Herdman menilai pengalaman bertanding dalam sebuah turnamen memiliki nilai yang jauh lebih besar di bandingkan pertandingan uji coba biasa. Menurutnya, pemain akan menghadapi tantangan yang lebih kompleks, mulai dari jadwal pertandingan yang padat, waktu pemulihan yang singkat, hingga perjalanan antarkota atau antarnegara.

Situasi seperti itu di nilai sangat penting untuk membentuk karakter serta mental bertanding para pemain muda Indonesia. Mereka di tuntut mampu menjaga konsistensi performa meski menghadapi kondisi fisik dan mental yang lebih berat.

Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus adalah Donny Tri Pamungkas. Herdman melihat pemain muda tersebut memiliki peluang berkembang apabila mendapatkan menit bermain secara konsisten di kompetisi internasional.

Baginya, hasil pertandingan memang tetap penting, tetapi perkembangan kualitas individu dan kekompakan tim menjadi prioritas utama selama mengikuti ASEAN Championship 2026. Dengan pengalaman tersebut, para pemain di harapkan memiliki kesiapan yang lebih baik ketika tampil pada ajang yang level persaingannya lebih tinggi.

Mayoritas Skuad Akan Berasal dari Kompetisi Domestik

Pelatih Timnas Indonesia itu juga memastikan bahwa sebagian besar pemain yang di panggil berasal dari klub-klub Super League Indonesia. Kondisi tersebut tidak terlepas dari status ASEAN Championship yang belum masuk ke dalam kalender resmi FIFA.

Karena bukan bagian dari agenda FIFA Matchday, klub-klub luar negeri tidak memiliki kewajiban melepas pemain yang berkarier di kompetisi mereka. Situasi ini membuat Timnas Indonesia lebih banyak mengandalkan pemain yang tampil di kompetisi domestik.

Meski demikian, Herdman menganggap kondisi tersebut bukan sebuah hambatan. Sebaliknya, ia melihat kesempatan ini sebagai momentum untuk memberikan panggung lebih luas kepada pemain-pemain lokal agar mampu menunjukkan kualitas mereka di level internasional.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memimpin sesi latihan skuad Garuda di Bali United Training Center menjelang ASEAN Championship 2026.

Pemain Eliano Reijnders saat mengikuti pemusatan latihan di Bali sejak 5-11 Juli 2026.

Herdman Apresiasi Dukungan Klub-Klub Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Herdman menyampaikan apresiasi kepada seluruh klub Indonesia yang memberikan dukungan terhadap kebutuhan tim nasional. Menurutnya, hubungan baik antara klub dan federasi menjadi faktor penting dalam proses pembangunan sepak bola nasional.

Beberapa klub besar seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Bali United, serta sejumlah klub lainnya di nilai telah menunjukkan komitmen dengan melepas pemain terbaik mereka untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Herdman mengaku sangat menghargai kerja sama para pemilik klub maupun jajaran pelatih yang memahami pentingnya kepentingan tim nasional. Dukungan tersebut di yakini akan membantu proses regenerasi pemain sekaligus meningkatkan kualitas skuad Garuda dalam jangka panjang.

Pemain Tanpa Klub Masih Berpeluang Dipanggil

Selain mengandalkan pemain yang aktif bermain di kompetisi domestik, Herdman juga membuka peluang bagi beberapa pemain yang saat ini belum memiliki klub untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.

Namun, kesempatan tersebut tetap bergantung pada kebutuhan tim dan kemampuan pemain untuk memenuhi kriteria yang telah di tetapkan oleh staf pelatih. Herdman menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan berdasarkan kualitas serta kontribusi yang dapat di berikan kepada tim.

Kecewa Klub Luar Negeri Enggan Melepas Pemain Indonesia

Di sisi lain, Herdman mengaku cukup kecewa karena sejumlah klub luar negeri memilih tidak melepas pemain Indonesia yang sedang menjalani pramusim bersama tim masing-masing.

Ia menilai ASEAN Championship sebenarnya dapat menjadi ajang yang sangat baik bagi pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri. Untuk memperoleh tambahan pengalaman internasional sekaligus meningkatkan kualitas permainan mereka.

Salah satu nama yang di sebut Herdman adalah Luke Vickery. Menurutnya, pemain tersebut berpotensi memperoleh pengalaman berharga apabila mendapat kesempatan tampil di turnamen ini. Sayangnya, keputusan klub membuat peluang tersebut tidak dapat terwujud.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Herdman tetap optimistis Timnas Indonesia mampu memanfaatkan ASEAN Championship 2026. Sebagai pijakan penting menuju target yang lebih besar. Fokus pada pengembangan pemain muda, peningkatan pengalaman bertanding, serta pembangunan fondasi tim. Di yakini menjadi langkah strategis agar skuad Garuda mampu bersaing secara konsisten di level Asia dalam beberapa tahun ke depan.