AS Roma – Masa depan Mohamed Salah setelah meninggalkan Liverpool FC pada bursa transfer musim panas 2026 masih belum jelas. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai klub mana yang akan menjadi tujuan berikutnya bagi pemain asal Mesir tersebut. Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa AS Roma menjadi salah satu kandidat kuat untuk merekrut sang penyerang.
Rumor ini muncul bukan tanpa alasan. Salah pernah memiliki hubungan yang kuat dengan Roma, baik dari sisi performa maupun kedekatan emosional dengan klub. Kondisi tersebut membuat peluang reuni menjadi topik yang terus menarik perhatian pengamat sepak bola dan para pendukung.
Rekam Jejak Mohamed Salah Bersama AS Roma
Sebelum mencapai puncak kariernya bersama Liverpool, Mohamed Salah pernah memperkuat Roma. Ia bergabung sebagai pemain pinjaman dari Chelsea FC pada musim 2015–2016, lalu melanjutkan kariernya sebagai pemain permanen pada musim berikutnya.
Selama dua musim membela Roma, Salah menunjukkan performa yang konsisten. Ia mencetak 29 gol dari 65 penampilan di Liga Italia. Kontribusi tersebut memperkuat lini serang Roma dan menjadikannya salah satu pemain kunci saat itu.
Performa impresif tersebut menarik perhatian Liverpool. Klub asal Inggris itu kemudian merekrut Salah pada tahun 2017 dengan nilai transfer sekitar 36,5 juta poundsterling. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di dunia sepak bola.

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, merayakan gol dari titik penalti bersama Milos Kerkez dan Dominik Szoboszlai pada laga putaran keempat Piala FA Inggris antara Liverpool dan Brighton and Hove Albion di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 14 Februari 2026.
Faktor yang Mendorong Potensi Reuni
Beberapa faktor memperkuat peluang kembalinya Mohamed Salah ke AS Roma. Salah satunya adalah kehadiran pelatih Gian Piero Gasperini yang kini menangani Roma. Ia menerapkan taktik menyerang yang dinamis, sehingga gaya bermain Salah dinilai cocok dengan sistem tersebut.
Selain itu, komposisi skuad Roma saat ini membuka peluang besar untuk kedatangan pemain baru di sektor sayap. Tim hanya mengandalkan Matías Soulé sebagai opsi utama. Situasi ini semakin mendesak karena Paulo Dybala berpotensi meninggalkan klub pada musim panas 2026.
Jika Dybala benar-benar hengkang, Roma harus segera mencari pengganti yang mampu memberikan dampak langsung. Dalam hal ini, Salah menjadi pilihan ideal karena pengalaman, kreativitas, dan kemampuannya mencetak gol.
Kendala Finansial Jadi Tantangan Utama
Meski peluang terlihat terbuka, Roma menghadapi kendala besar dari sisi finansial. Klub menerapkan kebijakan pembatasan gaji sekitar 4 juta euro per musim.
Di sisi lain, Mohamed Salah menerima gaji jauh lebih tinggi saat bermain di Liverpool, yaitu sekitar 20 juta euro per musim. Perbedaan yang signifikan ini menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi.
Roma perlu mencari solusi kreatif jika ingin merealisasikan transfer tersebut. Klub dapat mempertimbangkan skema kontrak berbasis bonus atau penyesuaian struktur gaji agar tetap sesuai dengan kebijakan internal tanpa mengorbankan stabilitas keuangan.
Kesimpulan: Antara Harapan dan Realita
Spekulasi kembalinya Mohamed Salah ke AS Roma menghadirkan harapan besar bagi para penggemar. Rekam jejak positif, kecocokan taktik, dan kebutuhan tim menjadi faktor utama yang mendukung peluang tersebut.
Namun, tantangan finansial tetap menjadi penghalang yang serius. Roma harus menyeimbangkan ambisi dengan kondisi keuangan agar tidak menimbulkan risiko di masa depan.
Keputusan akhir tetap berada di tangan kedua belah pihak. Jika Roma mampu menemukan solusi yang tepat, reuni ini bisa menjadi salah satu transfer paling menarik dalam dunia sepak bola.