Performa penyerang muda Indonesia, Rafael Struick, tengah menjadi sorotan setelah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Pemain berusia 22 tahun tersebut yang sebelumnya menjadi andalan di lini depan Timnas Indonesia kini justru kesulitan mendapatkan tempat, baik di level klub maupun tim nasional.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai konsistensi performa Struick, terutama sejak bergabung dengan Dewa United pada musim 2025/2026. Minimnya kesempatan bermain membuat posisinya semakin terancam, bahkan untuk sekadar kembali masuk skuad Garuda.

Minimnya Menit Bermain Jadi Kendala Utama

Sejauh musim 2025/2026 berjalan, Rafael Struick tercatat baru tampil dalam 15 pertandingan di dua ajang berbeda, yakni BRI Super League dan AFC Challenge League. Dari total penampilan tersebut, Struick hanya mengumpulkan 369 menit bermain, angka yang tergolong rendah bagi seorang penyerang.

Produktivitasnya pun belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Ia baru mencetak satu gol untuk Dewa United, sebuah catatan yang tentu belum cukup untuk bersaing di lini depan tim yang dihuni banyak pemain berkualitas.

Ketatnya persaingan dalam skuad menjadi salah satu faktor utama yang menghambat perkembangan Struick. Selain itu, penampilannya yang dinilai belum konsisten saat diberi kesempatan turut memengaruhi keputusan pelatih dalam menentukan susunan pemain.

Manajemen Klub Serahkan Sepenuhnya ke Pelatih

Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, menegaskan bahwa pihak manajemen tidak pernah ikut campur dalam urusan teknis tim. Menurutnya, semua keputusan terkait pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih.

Ia menyatakan bahwa klub memberikan kebebasan penuh kepada pelatih untuk menilai performa setiap pemain, termasuk Rafael Struick. Dengan demikian, peluang bermain yang terbatas bukan merupakan hasil intervensi manajemen, melainkan murni pertimbangan teknis.

Meski demikian, Ardian tetap berharap Struick dapat menunjukkan peningkatan performa agar kembali mendapatkan kepercayaan. Ia juga membuka kemungkinan bahwa tambahan jam bermain bisa membantu pemain tersebut menemukan kembali ritmenya.

Rafael Struick

Aksi penyerang Timnas Indonesia Rafael Struick dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Indonesia vs Jepang, Jumat (15/11/2024) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

Persaingan Ketat di Skuad Dewa United

Dewa United di kenal memiliki komposisi pemain yang cukup mewah pada musim ini. Kedalaman skuad yang kuat membuat persaingan di setiap posisi menjadi sangat ketat, termasuk di sektor penyerangan.

Dalam situasi seperti ini, setiap pemain di tuntut tampil maksimal setiap kali di beri kesempatan. Sayangnya, Struick dinilai belum mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal. Hal inilah yang membuatnya kalah bersaing dengan pemain lain yang tampil lebih konsisten.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi Struick untuk membuktikan kualitasnya, terutama jika ingin kembali menjadi pilihan utama di klub.

Lama Absen dari Timnas Indonesia

Selain mengalami kesulitan di level klub, Rafael Struick juga sudah cukup lama tidak memperkuat Timnas Indonesia. Terakhir kali ia tampil bersama skuad Garuda adalah pada 20 Maret 2025.

Dalam pertandingan tersebut, Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Australia dengan skor telak 1-5 dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Struick tampil sebagai starter, namun hasil buruk tersebut menjadi salah satu catatan yang sulit di lupakan.

Sejak saat itu, namanya jarang muncul dalam daftar pemain yang di panggil ke tim nasional. Padahal sebelumnya, ia telah mengoleksi 23 caps dan mencetak satu gol untuk Indonesia.

Peluang Kembali Masih Terbuka, Namun Berat

Meski situasinya saat ini cukup sulit, peluang Rafael Struick untuk kembali bersinar sebenarnya masih terbuka. Usianya yang masih muda menjadi modal penting untuk bangkit dan memperbaiki performa.

Namun, ia perlu segera menunjukkan peningkatan, baik dalam hal konsistensi maupun kontribusi nyata di lapangan. Tanpa perubahan signifikan, bukan tidak mungkin posisinya akan semakin tersingkir, baik di klub maupun tim nasional.

Dengan persaingan yang semakin ketat dan tuntutan performa yang tinggi, perjalanan karier Rafael Struick ke depan akan sangat di tentukan oleh kemampuannya untuk bangkit dari situasi sulit ini.