Timnas U17 Indonesia – harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 melawan Malaysia dalam laga uji coba Garuda Championship Series 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu malam menjadi ajang perdana bagi pelatih anyar David Nascimento memimpin Garuda Muda.
Meskipun gagal mengamankan kemenangan, penampilan Timnas U17 Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan, terutama pada babak kedua ketika permainan lebih dominan dan sejumlah peluang berhasil di ciptakan. Hasil ini sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih menjelang agenda internasional berikutnya.
Timnas U17 Indonesia Tampil Lebih Percaya Diri Sejak Awal
Sejak peluit pertama di bunyikan, Malaysia mencoba mengambil inisiatif menyerang dengan memberikan tekanan kepada lini pertahanan Indonesia. Namun, para pemain Garuda Muda mampu menjaga organisasi permainan sehingga serangan lawan tidak berkembang secara maksimal.
Di sisi lain, peluang pertama justru berhasil di ciptakan Indonesia pada menit keempat. Chico Jericho sukses melewati seorang pemain bertahan sebelum melepaskan tendangan keras. Sayangnya, upaya tersebut masih dapat di amankan oleh penjaga gawang Malaysia, Adam Nurfakrullah.
Memasuki pertengahan babak pertama, Indonesia mulai menemukan ritme permainan. Serangan demi serangan di bangun melalui sektor sayap yang beberapa kali mampu merepotkan pertahanan Malaysia.
Peluang emas kembali hadir pada menit ke-31 saat Chico Jericho melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Namun, bola hanya membentur tiang gawang sehingga skor tetap belum berubah.
Beberapa menit kemudian, Dzaky Muhammad juga memperoleh kesempatan mencetak gol. Akan tetapi, penyelesaian akhirnya masih mampu di antisipasi dengan baik oleh kiper Malaysia. Hingga turun minum, kedua tim belum berhasil memanfaatkan peluang yang tersedia sehingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Babak Kedua Berlangsung Lebih Menarik
Selepas jeda, Timnas U17 Indonesia tampil dengan intensitas yang lebih tinggi. Penguasaan bola mulai di dominasi oleh skuad Garuda Muda, sementara Malaysia lebih banyak mengandalkan serangan balik untuk menciptakan ancaman.
Dhamar Try Kusuma menjadi salah satu pemain yang paling aktif membangun serangan. Ia sempat melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang.
Tidak lama berselang, Melki Meyanu juga mencoba peruntungannya melalui tembakan jarak jauh. Meski cukup keras, bola masih mengenai pemain bertahan Malaysia sehingga peluang tersebut gagal menghasilkan gol.
Indonesia terus meningkatkan tekanan. Kemelut yang terjadi di depan gawang Malaysia sempat membuat lini belakang lawan kewalahan. Selain itu, Chico Jericho kembali memperoleh peluang melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Malaysia melakukan penyelamatan penting.
Masuknya Ichiro Akbar pada babak kedua turut memberikan perubahan signifikan. Kehadirannya membuat distribusi bola di lini tengah menjadi lebih rapi sehingga Indonesia semakin leluasa mengontrol jalannya pertandingan.

Pemain timnas u17 Indonesia Chico Jericho Yarangga dan Girly Andrade Guevara melanggar pemain Vietnam saat laga ketiga babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam.
Dhamar Try Kusuma Pecah Kebuntuan
Setelah terus menekan sepanjang babak kedua, Indonesia akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-80.
Gol bermula dari serangan yang dibangun melalui sisi depan pertahanan Malaysia. Bola hasil upaya Chico Jericho sempat memantul di area kotak penalti sebelum di sambar dengan cepat oleh Dhamar Try Kusuma. Tendangan tersebut sukses menggetarkan jala gawang Malaysia dan membawa Indonesia unggul 1-0.
Gol tersebut di sambut meriah oleh para pendukung yang memadati Stadion Manahan. Keunggulan itu juga menjadi bukti dominasi Indonesia sepanjang babak kedua yang tampil lebih agresif di bandingkan lawannya.
Gol Bunuh Diri Buyarkan Kemenangan Garuda Muda
Saat kemenangan sudah berada di depan mata, Malaysia memperoleh peluang melalui situasi sepak pojok pada menit-menit akhir pertandingan.
Dalam proses menghalau bola, Valdo Putra secara tidak sengaja menyentuh bola yang kemudian berubah arah dan masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat Malaysia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hanya beberapa detik sebelum pertandingan berakhir.
Skor imbang akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Meskipun gagal meraih kemenangan, performa Timnas U17 Indonesia tetap memperlihatkan peningkatan, terutama dari sisi penguasaan bola, kreativitas serangan, serta mental bertanding sepanjang babak kedua.
Debut Positif David Nascimento Bersama Timnas U17 Indonesia
Pertandingan melawan Malaysia menjadi debut resmi David Nascimento sebagai pelatih kepala Timnas U17 Indonesia. Sebelumnya, pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memberikan pengalaman bertanding internasional kepada para pemain muda agar semakin siap menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Hasil imbang ini memang belum menghadirkan kemenangan perdana bagi David Nascimento. Namun, peningkatan permainan yang di perlihatkan para pemain menjadi modal berharga untuk proses pembentukan tim ke depan.
Dengan masih banyaknya agenda uji coba yang akan di jalani, Timnas U17 Indonesia memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki penyelesaian akhir, meningkatkan koordinasi lini belakang, serta memaksimalkan setiap peluang agar mampu meraih hasil yang lebih baik pada pertandingan selanjutnya.