Shin Tae-Yong Persija menjadi salah satu sorotan menjelang bergulirnya musim 2026-2027. Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa dirinya tidak hanya ingin membawa Persija Jakarta meraih prestasi, tetapi juga berkontribusi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia melalui pelibatan pelatih lokal dalam tim kepelatihannya.
Meski sebagian besar staf yang mendampinginya berasal dari Korea Selatan, Shin memastikan kesempatan bagi pelatih Indonesia tetap terbuka. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat jangka panjang bagi klub maupun pembinaan sepak bola nasional.
Pelatih Lokal Akan Terlibat Lebih Banyak
Saat ini, staf kepelatihan Persija di bawah arahan Shin Tae-yong terdiri dari sejumlah tenaga profesional asal Korea Selatan yang mengisi berbagai posisi penting, mulai dari asisten pelatih, pelatih kiper, pelatih fisik, analis pertandingan, fisioterapis, hingga penerjemah.
Di antara jajaran tersebut, Ilham Ralibi menjadi sosok pelatih lokal yang telah bergabung sebagai pelatih fisik. Namun, Shin Tae-yong memastikan jumlah pelatih Indonesia yang terlibat akan bertambah dalam waktu dekat.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa pelatih dari Elite Pro Academy (EPA) U-20 juga akan ikut di libatkan dalam program kepelatihan tim. Langkah tersebut di lakukan sebagai bentuk pembinaan sekaligus transfer ilmu kepada pelatih muda Indonesia.
Shin menilai pengalaman bekerja bersama tim profesional akan membantu meningkatkan kualitas pelatih lokal. Dengan begitu, mereka tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi kemajuan sepak bola Indonesia di masa depan.

Persija Jakarta resmi perkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih baru di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026).
Pengalaman di Timnas Indonesia Jadi Bekal
Komitmen Shin Tae-yong terhadap pengembangan pelatih lokal bukanlah hal baru. Saat masih di percaya menangani Timnas Indonesia, ia juga beberapa kali bekerja sama dengan pelatih asal Indonesia.
Sejumlah nama seperti Nova Arianto dan Charis Yulianto pernah menjadi bagian dari tim kepelatihannya. Kolaborasi tersebut di nilai berhasil menciptakan lingkungan kerja yang saling melengkapi antara pelatih asing dan pelatih lokal.
Pengalaman itu menjadi salah satu alasan Shin kembali menerapkan pendekatan serupa di Persija Jakarta. Ia berharap sinergi yang di bangun mampu meningkatkan kualitas pembinaan pemain sekaligus memperkuat fondasi klub dalam jangka panjang.
Selain fokus pada prestasi tim utama, Shin juga ingin memastikan proses regenerasi berjalan dengan baik melalui peningkatan kualitas pelatih dan pembinaan pemain usia muda.
Piala Presiden Jadi Panggung Pemain Muda
Shin Tae-yong di jadwalkan menjalani laga perdananya sebagai pelatih Persija dalam ajang Piala Presiden 2026 yang akan di mulai pada 24 Juli mendatang.
Persija berada di Grup B bersama Persebaya, PSMS Medan, dan klub asal Thailand, Port FC. Meski turnamen tersebut cukup bergengsi, Shin mengisyaratkan bahwa dirinya akan memberikan kesempatan lebih banyak kepada pemain muda.
Keputusan itu di ambil karena tim utama Persija di jadwalkan menjalani pemusatan latihan di Thailand pada waktu yang hampir bersamaan dengan pelaksanaan turnamen pramusim tersebut.
Dengan kondisi itu, skuad yang tampil di Piala Presiden akan banyak di perkuat pemain dari Elite Pro Academy. Shin memandang kompetisi tersebut sebagai kesempatan ideal bagi para pemain akademi untuk menunjukkan kemampuan mereka di level yang lebih tinggi.
Ia berharap para pemain muda mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk membuktikan kualitas sekaligus memperkuat peluang menembus tim utama Persija pada musim mendatang.
Persija Fokus pada Pembinaan Berkelanjutan
Kebijakan yang di terapkan Shin Tae-yong menunjukkan bahwa Persija tidak hanya mengejar hasil dalam jangka pendek. Klub ibu kota tersebut juga berupaya membangun fondasi yang kuat melalui pembinaan pelatih lokal dan pengembangan pemain muda.
Kolaborasi antara tenaga kepelatihan asing dan Indonesia di harapkan menciptakan proses transfer ilmu yang berkelanjutan. Sementara itu, kesempatan bagi pemain akademi tampil di turnamen pramusim menjadi langkah penting dalam menyiapkan regenerasi skuad.
Jika strategi tersebut berjalan sesuai rencana, Persija berpotensi memiliki sumber daya manusia yang lebih berkualitas, baik di jajaran kepelatihan maupun pemain, sehingga mampu bersaing secara konsisten pada kompetisi musim 2026-2027 dan seterusnya.