Brighton And Hove Albion – menambah kekuatan menjelang berakhirnya bursa transfer musim panas dengan mendatangkan bek kiri asal Aljazair, Jaouen Hadjam. Pemain yang sebelumnya memperkuat Young Boys tersebut kini mendapat kesempatan untuk melanjutkan kariernya di Premier League.
Kedatangan Hadjam menarik perhatian bukan hanya karena kualitasnya sebagai pemain bertahan. Perjalanan karier pesepak bola kelahiran Prancis tersebut juga menyimpan cerita menarik, termasuk keputusannya mempertahankan puasa Ramadan ketika masih bermain di kompetisi Prancis.
Berdasarkan pengumuman Brighton, nilai transfer Hadjam dari Young Boys tidak diungkap kepada publik. Sementara itu, estimasi nilai kepindahannya disebut berada di kisaran Rp225,96 miliar jika merujuk pada data Transfermarkt.
Brighton memberikan kontrak jangka panjang kepada pemain berusia 23 tahun tersebut. Hadjam akan terikat dengan klub berjuluk The Seagulls hingga 2031.
Jaouen Hadjam Pernah Dicoret dari Skuad Nantes
Jauh sebelum mendapatkan kesempatan bermain di Premier League, Hadjam pernah menghadapi situasi sulit ketika membela Nantes. Persoalan tersebut terjadi berkaitan dengan keputusannya menjalankan ibadah puasa selama Ramadan.
Ketika itu, Nantes di tangani Antoine Kombouare. Sang pelatih memiliki kebijakan khusus terhadap pemain yang menjalankan puasa pada hari pertandingan.
Kombouare pada dasarnya tidak mempermasalahkan pemain menjalankan puasa selama sesi latihan sepanjang pekan. Namun, pendekatan berbeda di terapkannya ketika tim harus menjalani pertandingan.
Menurut penjelasan Kombouare saat itu, pemain yang tetap berpuasa pada hari pertandingan tidak akan di masukkan ke dalam skuad. Pertimbangan kondisi fisik dan potensi cedera menjadi alasan di balik kebijakan tersebut.
Pelatih tersebut juga menegaskan bahwa keputusannya bukan dimaksudkan sebagai hukuman terhadap pemain. Sebaliknya, aturan itu merupakan bagian dari pendekatan yang digunakannya dalam mengelola kesiapan skuad.
Hadjam kemudian menghadapi dua pilihan. Ia dapat membatalkan puasa pada hari pertandingan agar tetap masuk tim atau mempertahankan ibadahnya dengan konsekuensi tidak di mainkan.
Bek asal Aljazair itu akhirnya memilih opsi kedua. Hadjam tetap menjalankan puasa Ramadan sehingga namanya tidak di masukkan dalam skuad Nantes untuk pertandingan tersebut.
Perjalanan Hadjam Berlanjut Bersama Young Boys
Situasi di Nantes kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier Hadjam. Posisi bek kiri tim saat itu juga dapat di isi oleh pemain lain, termasuk Quentin Merlin.
Pada akhirnya, kebersamaan Hadjam dengan Nantes tidak berlangsung lama. Ia meninggalkan sepak bola Prancis dan melanjutkan karier bersama Young Boys di kompetisi Swiss.
Perpindahan tersebut justru membuka kesempatan baru bagi Hadjam untuk mengembangkan permainannya. Ia mendapatkan menit bermain sekaligus kesempatan menunjukkan kemampuan dalam membantu pertahanan maupun serangan.
Bersama Young Boys, Hadjam berkembang menjadi salah satu bek kiri yang menonjol. Kontribusinya tidak terbatas pada tugas bertahan karena ia juga mampu membantu tim dari sisi ofensif.
Dalam dua musim, Hadjam tercatat mengoleksi 98 penampilan dengan torehan enam gol dan tujuh assist. Ia juga ikut merasakan keberhasilan meraih gelar domestik bersama klub Swiss tersebut.
Performa konsisten itulah yang kemudian meningkatkan reputasinya. Perjalanan dari Nantes menuju Young Boys akhirnya mengantarkan Hadjam ke tantangan yang lebih besar di Inggris.

Pemain baru Brighton Jaouen Hadjam
Rekam Jejak Karier Jaouen Hadjam
Jaouen Hadjam lahir di Paris, Prancis, pada 26 Maret 2003. Meskipun lahir dan mengawali perjalanan sepak bolanya di Prancis, ia memiliki darah Aljazair yang kemudian menentukan pilihan karier internasionalnya.
Proses pembentukan Hadjam sebagai pemain berlangsung melalui sejumlah akademi. Ia pernah belajar sepak bola bersama Champagne 95 dan Alfortville sebelum mendapatkan pengalaman di lingkungan akademi Paris Saint-Germain.
Setelah itu, perjalanan usia mudanya berlanjut bersama Creteil. Hadjam kemudian bergabung dengan Paris FC pada 2018 dan perlahan mendekati level sepak bola profesional.
Kesempatan tampil bersama tim utama Paris FC akhirnya datang pada Agustus 2020. Penampilannya selama beberapa musim membuat Nantes tertarik mendapatkan jasanya pada 2023.
Kariernya bersama Nantes kemudian menghadapi dinamika tersendiri sebelum kepindahan ke Young Boys. Di Swiss, Hadjam mampu menemukan momentum untuk meningkatkan performa dan memperkuat reputasinya sebagai bek kiri.
Kini, Brighton menjadi tujuan berikutnya. Premier League tentu menghadirkan tingkat persaingan berbeda di bandingkan liga-liga yang sebelumnya pernah di jalani Hadjam.
Pilih Aljazair Setelah Membela Tim Junior Prancis
Perjalanan internasional Hadjam juga menarik perhatian. Pada level kelompok umur, ia pernah memperkuat Prancis U-17 dan U-19.
Namun, ketika memasuki sepak bola internasional senior, Hadjam menentukan pilihan berbeda. Ia memilih membela tim nasional Aljazair sesuai dengan garis keturunan keluarganya.
Keputusan tersebut membuat Hadjam menjadi bagian dari generasi pemain Aljazair yang berkembang melalui sistem sepak bola Eropa. Pengalaman bermain di Prancis dan Swiss kini semakin lengkap setelah dirinya mendapatkan kesempatan merasakan Premier League.
Bergabungnya Hadjam dengan Brighton sekaligus menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Setelah melewati berbagai klub dan menghadapi sejumlah tantangan, pemain berposisi bek kiri tersebut kini memiliki panggung yang lebih besar untuk membuktikan kualitasnya.
Brighton berharap pengalaman dan perkembangan Hadjam selama bermain bersama Young Boys dapat memberikan tambahan kekuatan di sisi kiri pertahanan. Sementara bagi Hadjam, kepindahan ke Inggris menjadi peluang untuk melanjutkan perkembangan sekaligus menunjukkan kemampuannya di salah satu kompetisi sepak bola paling kompetitif di dunia.