Lionel Messi Ragu Lanjutkan Karier sepak bola setelah kehilangan ayahnya, Jorge Messi, yang meninggal dunia pada usia 68 tahun. Kepergian sosok yang selalu menemani perjalanan kariernya itu meninggalkan duka besar bagi kapten Argentina tersebut. Bahkan, Messi mulai mempertanyakan sampai kapan dirinya mampu bertahan sebagai pemain profesional.
Jorge Messi memiliki peran penting dalam kehidupan putranya. Selain menjalankan peran sebagai ayah, ia juga mendampingi Messi sebagai agen dalam berbagai fase karier. Ia mengikuti perjalanan sang putra sejak masa awal hingga mencapai puncak sepak bola dunia.
Karena itu, kepergian Jorge memberikan pukulan emosional yang sangat berat. Messi tidak hanya kehilangan anggota keluarga, tetapi juga sosok yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari hampir setiap keputusan penting dalam kariernya.
Keluarga mengumumkan kabar meninggalnya Jorge kepada publik pada 8 Agustus 2026. Sebelumnya, kondisi kesehatannya sempat menjadi bahan spekulasi ketika Piala Dunia berlangsung. Namun, keluarga kemudian menjelaskan bahwa Jorge menjalani pengawasan medis sehingga tidak dapat menemani Messi ke Amerika Utara.
Lionel Messi Mulai Mempertanyakan Masa Depannya
Setelah beberapa hari melewati masa berkabung, Messi menyampaikan perasaannya melalui akun Instagram pribadinya. Penyerang Inter Miami itu mengungkapkan bahwa dirinya masih sulit menerima kenyataan setelah kehilangan sang ayah.
Messi menggambarkan betapa dekat hubungannya dengan Jorge. Menurutnya, sang ayah selalu berada di sampingnya sejak ia memulai perjalanan sebagai pesepak bola. Oleh sebab itu, Messi merasa sulit membayangkan kehidupan tanpa kehadiran figur tersebut.
Kesedihan itu kemudian memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan kariernya. Messi mengakui bahwa sepak bola selama ini menjadi bagian terbesar dalam kehidupannya. Namun, setelah kehilangan Jorge, ia tidak lagi memiliki kepastian mengenai berapa lama dirinya ingin terus bermain.
Pernyataan tersebut langsung memunculkan perhatian besar. Sebelumnya, banyak pihak memperkirakan Messi akan bertahan hingga mendekati Piala Dunia 2030. Argentina sendiri termasuk negara yang mendapat bagian sebagai tuan rumah turnamen tersebut.
Namun, situasi emosional yang Messi alami membuat semua prediksi itu kembali terbuka. Kini, keputusan mengenai kelanjutan kariernya akan sangat bergantung pada kondisi pribadi serta kesiapan mental sang pemain.

Lionel Messi tengah berduka atas kepergian sang ayah tercinta, Jorge Messi.
Jorge Messi Menjadi Pendamping Penting Sepanjang Karier
Hubungan Messi dan Jorge melampaui kedekatan antara ayah dan anak. Jorge ikut mengawal berbagai keputusan profesional putranya sejak awal karier.
Saat Messi berkembang menjadi pemain kelas dunia bersama Barcelona, Jorge tetap berada di balik berbagai urusan penting yang berkaitan dengan perjalanan profesional sang putra. Kedekatan tersebut terus berlanjut ketika Messi meninggalkan Barcelona, bergabung dengan Paris Saint-Germain, lalu melanjutkan karier bersama Inter Miami.
Kini, Messi masih memiliki kontrak bersama Inter Miami hingga akhir 2028. Meski demikian, kontrak tersebut tidak otomatis menjamin ia akan bermain sampai masa kerja itu berakhir.
Kondisi emosional dapat memberikan pengaruh besar terhadap keputusan seorang atlet. Dalam kasus Messi, kehilangan seseorang yang selalu mendampinginya sepanjang karier membuat situasinya semakin kompleks.
Selain itu, usia Messi juga semakin mendekati 40 tahun. Faktor tersebut membuat pembicaraan mengenai pensiun terus muncul, bahkan sebelum kabar duka ini terjadi.
Piala Dunia Menjadi Perjalanan Emosional bagi Messi
Messi ternyata sudah menghadapi tekanan emosional ketika tampil di Piala Dunia terakhir. Kondisi kesehatan ayahnya memburuk hanya beberapa hari sebelum turnamen bergulir.
Situasi itu membuat Jorge tidak dapat hadir langsung untuk memberikan dukungan. Padahal, selama bertahun-tahun ia hampir selalu menemani Messi dalam berbagai momen penting.
Messi pernah memperlihatkan emosinya setelah mencetak gol pembuka ketika Argentina menang 3-0 atas Aljazair. Seusai pertandingan, ia menjelaskan bahwa tangis tersebut berasal dari persoalan pribadi dan bukan semata-mata karena pertandingan.
Meski menghadapi tekanan berat, Messi tetap menunjukkan performa impresif. Ia mencatatkan delapan gol serta tiga assist sepanjang turnamen. Kontribusi tersebut membantu Argentina melangkah sampai pertandingan final.
Bagi Messi, setiap pertandingan membawa motivasi khusus. Ia ingin terus melaju agar sang ayah memiliki kesempatan menyaksikan perjuangannya hingga tahap terakhir.
Sebelum turnamen dimulai, Jorge juga terus mendorong putranya untuk bermain pada Piala Dunia tersebut. Messi berharap kondisi kesehatan sang ayah akan membaik sehingga mereka dapat kembali berbagi momen besar bersama.
Namun, kenyataan berjalan berbeda. Kondisi Jorge membuatnya tidak mampu melakukan perjalanan, sementara Messi tetap harus menjalankan tanggung jawab bersama Argentina.
Masa Depan Lionel Messi Kini Menjadi Tanda Tanya
Kepergian Jorge membuat masa depan Messi semakin sulit diprediksi. Sebelumnya, publik lebih banyak membahas pensiun berdasarkan usia, performa, serta agenda turnamen internasional. Kini, faktor emosional ikut memainkan peran besar.
Messi belum menyampaikan keputusan resmi untuk pensiun. Karena itu, peluang baginya untuk tetap memperkuat Inter Miami maupun Argentina masih terbuka.
Namun, pernyataannya menunjukkan bahwa ia mulai memandang sepak bola dari sudut berbeda setelah kehilangan ayahnya. Karier yang selama ini ia jalani bersama dukungan Jorge kini memasuki fase baru.
Lionel Messi ragu lanjutkan karier bukan semata-mata karena kemampuan fisik. Duka mendalam telah membuatnya kembali menilai prioritas hidup serta perjalanan panjang yang sudah ia tempuh.
Publik kini menunggu keputusan berikutnya dari pemilik julukan La Pulga tersebut. Apa pun pilihan Messi nantinya, Jorge telah meninggalkan peran besar dalam perjalanan putranya dari pemain muda berbakat hingga menjadi salah satu figur terbesar dalam sejarah sepak bola.