Islam Makhachev vs Ian Garry – menjadi duel utama UFC 330 yang berlangsung sengit selama lima ronde. Makhachev akhirnya keluar sebagai pemenang melalui keputusan mutlak para juri. Hasil tersebut sekaligus memastikan dirinya tetap memegang sabuk juara kelas welter UFC.
UFC 330 berlangsung di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Minggu (16/8/2026) pagi WIB. Pertarungan utama mempertemukan Makhachev sebagai juara bertahan dengan Garry yang datang membawa ambisi merebut gelar.
Kedua petarung menunjukkan pendekatan berbeda sejak laga dimulai. Makhachev berusaha memanfaatkan kemampuan gulat dan permainan bawah. Sementara itu, Garry mengandalkan serangan berdiri serta pertahanan takedown untuk meredam tekanan lawannya.
Islam Makhachev Langsung Berikan Tekanan
Makhachev membuka ronde pertama dengan mencoba mengontrol jalannya pertarungan. Ia melancarkan dua leg kick sebelum mengarahkan satu tendangan ke kepala Garry.
Garry tidak tinggal diam. Penantang gelar tersebut membalas melalui kombinasi pukulan satu-dua untuk menjaga jarak dari sang juara.
Makhachev kemudian mencoba membawa pertarungan ke bawah melalui double leg takedown. Namun, Garry mampu membaca upaya tersebut dan mempertahankan posisinya.
Pertarungan kemudian berlanjut di dekat pagar oktagon. Makhachev terus memberikan tekanan dan beberapa kali mencari kesempatan untuk menjatuhkan Garry. Meski demikian, pertahanan Garry membuat sang juara kesulitan mendapatkan posisi yang benar-benar menguntungkan.
Memasuki ronde kedua, Garry tampil lebih agresif. Ia berusaha mengambil inisiatif dengan meningkatkan intensitas serangannya.
Namun, Makhachev mendapatkan salah satu momentum terbaiknya ketika tendangan ke kepala mengenai sasaran. Serangan tersebut membuat Garry kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Makhachev segera memanfaatkan situasi itu untuk melakukan takedown. Setelah membawa lawannya ke bawah, ia mencoba mencari celah untuk melakukan submission. Garry kembali memperlihatkan pertahanan yang solid sehingga mampu terhindar dari kuncian.
Ian Garry Berikan Perlawanan Sengit
Makhachev kembali menggunakan kemampuan grappling pada ronde ketiga. Ia berhasil mencatatkan takedown dan mencoba mengendalikan pertarungan dari posisi bawah.
Namun, Garry tidak membiarkan dirinya terlalu lama berada dalam tekanan. Sekitar tiga menit kemudian, ia berhasil berdiri dan mulai kembali memainkan pertarungan atas.
Setelah mendapatkan ruang, Garry meningkatkan variasi serangan. Ia mengarahkan kombinasi tendangan ke tubuh dan kepala Makhachev. Serangan tersebut mulai memberikan kesulitan bagi juara bertahan.
Garry juga menggunakan oblique kick yang diarahkan ke area lutut. Strategi itu membuat Makhachev harus lebih berhati-hati ketika mencoba mendekat.
Persaingan semakin ketat pada ronde keempat. Makhachev berhasil melakukan dua takedown untuk mempertahankan keunggulan dalam aspek grappling.
Namun, Garry mampu memberikan perlawanan ketika keduanya terlibat dalam clinch. Dalam jarak dekat, Garry melepaskan sejumlah pukulan yang efektif. Serangan tersebut bahkan membuat wajah Makhachev mengalami luka dan mengeluarkan darah.
Kondisi itu tidak membuat Makhachev menghentikan tekanan. Ia tetap berusaha menjalankan strategi dengan memanfaatkan kontrol dan takedown untuk mengurangi efektivitas permainan berdiri Garry.

15 November 2025; New York, NY, AMERIKA SERIKAT; Islam Makhachev (sarung tangan biru) merayakan kemenangannya setelah mengalahkan Jack Della Maddalena (tidak terlihat dalam gambar) dengan keputusan bulat dalam pertarungan kejuaraan kelas welter selama UFC 322 di Madison Square Garden. Mandatory Cre
Pertarungan Ditentukan Hingga Ronde Kelima
Garry mencoba mengambil kendali lebih dahulu pada ronde kelima. Menyadari pertarungan memasuki fase terakhir, ia meningkatkan tekanan demi mendapatkan poin tambahan dari para juri.
Makhachev merespons dengan mempersempit jarak. Sang juara kembali membawa Garry ke bawah melalui takedown dan berusaha mengontrol posisi.
Kesempatan untuk mengakhiri laga melalui submission sempat muncul. Makhachev mencoba mendapatkan posisi untuk melakukan kuncian, tetapi Garry sekali lagi mampu bertahan.
Ketahanan Garry membuat pertarungan harus berlangsung sampai bel akhir. Tidak ada petarung yang mampu mendapatkan kemenangan melalui KO, TKO, ataupun submission sepanjang lima ronde.
Dengan demikian, hasil pertarungan harus di tentukan berdasarkan penilaian tiga juri.
Islam Makhachev Menang Unanimous Decision
Setelah lima ronde selesai, seluruh juri memberikan kemenangan kepada Makhachev. Dua juri mencatat skor 49-46, sedangkan satu juri lainnya memberikan nilai 48-47.
Hasil tersebut membuat Makhachev menang melalui unanimous decision atas Garry. Kemenangan itu sekaligus memastikan sabuk juara kelas welter tetap berada dalam penguasaannya.
Meski kalah, Garry mampu memberikan perlawanan ketat sepanjang pertandingan. Ia beberapa kali berhasil menggagalkan upaya submission dan takedown Makhachev. Permainan berdirinya juga sempat memberikan masalah bagi sang juara, khususnya pada ronde-ronde akhir.
Di sisi lain, Makhachev mampu menjaga konsistensi melalui kombinasi striking, grappling, serta kontrol pertarungan. Sejumlah takedown yang berhasil dilakukannya menjadi faktor penting dalam mengamankan poin.
Duel Islam Makhachev vs Ian Garry akhirnya berakhir tanpa penyelesaian sebelum waktunya. Setelah melewati pertarungan lima ronde yang kompetitif, Makhachev mempertahankan gelar kelas welter UFC melalui kemenangan angka mutlak.