UTR PTT 2026 kembali meramaikan Men’s World Tennis Championship setelah kompetisi menjalani jeda selama dua pekan. Seri terbaru mulai berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026, di Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Bali. Dua wakil Indonesia, Anthony Susanto dan Nathan Barki, langsung mencatat hasil positif pada pertandingan pembuka.
Universal Tennis Rating Pro Tennis Tour atau UTR PTT menjadi bagian dari rangkaian Amman Men’s World Championship 2026. Sebanyak 20 petenis dari sembilan negara mengikuti turnamen dengan format round robin. Sistem tersebut membuat setiap peserta harus menjalani persaingan dalam grup untuk menentukan posisi mereka.
Indonesia menurunkan beberapa pemain dalam persaingan kali ini. Anthony dan Nathan berhasil memberikan awal menjanjikan setelah menuntaskan pertandingan masing-masing melalui dua set. Sementara itu, Renaldi Aquila Salim belum berhasil mengikuti jejak kedua rekannya.
Nathan Barki Taklukkan Thomas Patton
Bergabung di Grup D, Nathan Barki memulai perjuangannya dengan menghadapi Thomas Patton asal Australia. Duel berlangsung ketat karena kedua pemain saling memberikan tekanan sejak set pembuka.
Nathan mampu menjaga konsistensi permainannya saat Patton mencoba mengejar perolehan angka. Petenis Indonesia tersebut akhirnya mengamankan set pertama dengan skor 6-4.
Memasuki set kedua, persaingan menjadi semakin sengit. Patton berusaha mengubah jalannya pertandingan dan memberikan perlawanan lebih kuat. Namun, Nathan tetap menjaga fokus pada poin-poin penting.
Usaha tersebut membuahkan hasil setelah Nathan menutup set kedua dengan kemenangan 7-5. Secara keseluruhan, pertandingan berlangsung selama 1 jam 25 menit.
Hasil positif ini terasa penting bagi Nathan karena ia sempat lama meninggalkan pertandingan kompetitif. Cedera pergelangan tangan sebelumnya membuatnya harus menjalani masa pemulihan sebelum kembali ke lapangan.
Setelah mengamankan kemenangan pertama, Nathan berharap kualitas permainannya terus meningkat. Ia menyadari bahwa pertandingan selanjutnya berpotensi menghadirkan lawan dengan kemampuan lebih baik.
Kemenangan tersebut juga membawa Nathan menuju posisi teratas klasemen sementara Grup D. Ia mengoleksi satu kemenangan bersama petenis Amerika Serikat, Azuma Visaya.

UTR PTT Men’s World Tennis Championship 2026 sudah dimulai.
Anthony Susanto Kuasai Pertandingan Grup A
Hasil positif juga datang dari Grup A melalui Anthony Susanto. Petenis berusia 29 tahun tersebut menghadapi wakil India, Gautam S. Venkatraman.
Pertarungan pada set pertama sempat berlangsung alot. Venkatraman berusaha menekan Anthony dan membuat pertandingan berkembang menjadi sejumlah reli panjang.
Alih-alih kehilangan ritme, Anthony mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil kendali. Konsistensi selama reli membantunya mengumpulkan poin dan menjaga keunggulan.
Set pertama akhirnya menjadi milik Anthony dengan skor 6-3. Setelah itu, ia meningkatkan tekanan dan semakin leluasa mengembangkan pola permainannya.
Dominasi Anthony berlanjut hingga set kedua. Ia hanya memberikan dua gim kepada lawannya sebelum memastikan kemenangan 6-2.
Total waktu pertandingan mencapai 1 jam 18 menit. Kemenangan dua set langsung tersebut memberikan modal berharga bagi Anthony untuk menghadapi persaingan selanjutnya.
Tambahan satu kemenangan juga membawa Anthony ke jajaran teratas Grup A. Aarjun Pandit ikut menempati posisi atas setelah sama-sama mengoleksi satu kemenangan.
Renaldi Aquila Salim Belum Berhasil Menang
Berbeda dari dua rekannya, Renaldi Aquila Salim harus menerima hasil kurang memuaskan pada pertandingan pertama. Ia bertemu Azuma Visaya dari Amerika Serikat dalam persaingan Grup D.
Azuma langsung mengambil kendali sejak awal pertandingan. Tekanan yang ia berikan membuat Renaldi kesulitan menemukan ritme terbaik pada set pertama. Wakil Amerika Serikat itu kemudian merebut set pembuka dengan skor 6-1.
Situasi berubah ketika pertandingan memasuki set kedua. Renaldi mulai meningkatkan permainan dan memberikan perlawanan lebih ketat.
Persaingan angka berlangsung sengit hingga fase akhir. Meski demikian, Azuma mampu memanfaatkan kesempatan penting untuk mengunci kemenangan 7-5.
Kekalahan tersebut membuat Renaldi belum memperoleh kemenangan di Grup D. Namun, sistem round robin masih memberikan kesempatan kepadanya untuk memperbaiki posisi melalui laga berikutnya.
Persaingan UTR PTT 2026 Semakin Menarik
Hari pertama UTR PTT 2026 langsung menghadirkan persaingan ketat dalam beberapa grup. Nathan untuk sementara berada di posisi teratas Grup D dengan koleksi satu kemenangan.
Posisi berikutnya ditempati Azuma yang memiliki catatan kemenangan serupa. Kondisi itu membuat pertandingan lanjutan berperan penting dalam menentukan persaingan menuju posisi terbaik grup.
Sementara di Grup A, Anthony dan Aarjun Pandit menempati dua posisi teratas. Keduanya sama-sama membawa modal kemenangan dari pertandingan awal.
Performa Anthony dan Nathan memberikan awal positif bagi wakil Indonesia dalam seri UTR PTT kali ini. Meski demikian, mereka masih harus mempertahankan konsistensi karena format round robin menuntut pemain menjalani beberapa pertandingan.
Keikutsertaan 20 petenis dari sembilan negara juga membuat persaingan semakin beragam. Setiap pemain dapat menghadapi karakter permainan berbeda sepanjang turnamen.
Bagi Nathan, kompetisi ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengembalikan ritme setelah pulih dari cedera pergelangan tangan. Kemenangan pertama tentu memberikan tambahan kepercayaan diri untuk menjalani pertandingan berikutnya.
Anthony juga memiliki peluang mempertahankan posisinya setelah menunjukkan permainan solid pada laga pembuka. Reli panjang menjadi salah satu kekuatannya ketika menghadapi Venkatraman.
Dengan hasil tersebut, Anthony Susanto dan Nathan Barki berhasil membuka perjalanan mereka di UTR PTT 2026 secara meyakinkan. Selanjutnya, keduanya perlu menjaga performa agar tetap bersaing di posisi teratas grup dan membuka peluang melangkah lebih jauh.