Vinicius Junior Dan Jose Mourinho menjadi sorotan setelah Real Madrid menelan kekalahan pertama musim ini. Bukan hanya hasil pertandingan yang memancing perhatian, tetapi juga interaksi keduanya setelah Los Blancos takluk 0-1 dari Real Betis.
Real Madrid bertandang ke La Cartuja pada Sabtu (5/9/2026) dengan target membawa pulang poin. Namun, Betis mampu menggagalkan ambisi tersebut sekaligus memberikan kekalahan perdana kepada skuad asuhan Mourinho pada musim ini.
Seusai pertandingan, kamera menangkap momen yang kemudian menjadi pembicaraan. Mourinho mencoba menyalami Vinicius, tetapi pemain asal Brasil tersebut terlihat mengabaikan sang pelatih.
Situasi itu menambah sorotan terhadap kondisi Real Madrid. Terlebih lagi, performa sejumlah pemain utama belum mampu memberikan dampak besar sepanjang pertandingan.
Vinicius Junior Minim Ancaman ke Gawang Betis
Mourinho memberikan kesempatan kepada Vinicius Junior untuk bermain sepanjang laga. Meski mendapat waktu penuh di lapangan, Vinicius belum mampu menghasilkan kontribusi maksimal bagi lini serang Madrid.
Pemain asal Brasil tersebut hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Catatan itu memperlihatkan kesulitan Madrid dalam menciptakan ancaman berarti terhadap pertahanan Real Betis.
Jude Bellingham juga menghadapi masalah serupa. Gelandang asal Inggris tersebut hanya mampu menciptakan satu ancaman ke arah gawang lawan.
Dengan demikian, beberapa nama besar Madrid belum berhasil menunjukkan performa terbaik mereka. Kondisi tersebut semakin terlihat ketika Arda Guler justru tampil lebih menonjol dalam membangun serangan.
Arda Guler Jadi Pemain Kreatif Real Madrid
Di tengah kesulitan lini serang Los Blancos, Arda Guler mampu memberikan warna berbeda. Pemain asal Turki itu menciptakan tiga peluang untuk rekan-rekannya selama berada di lapangan.
Kreativitas Guler membantu Madrid mencari celah di tengah rapatnya pertahanan Betis. Namun, rekan-rekannya belum mampu memaksimalkan peluang yang ia bangun menjadi gol.
Menariknya, Mourinho kemudian memilih Guler sebagai salah satu pemain yang meninggalkan lapangan lebih awal. Pelatih asal Portugal tersebut menariknya pada menit ke-64 dan memasukkan Yan Diomande.
Keputusan tersebut lantas mengundang perhatian media Spanyol, AS. Media itu menilai pergantian Guler memperlihatkan persoalan lama yang masih menyelimuti Real Madrid, terutama mengenai perlakuan terhadap pemain-pemain berstatus bintang.

Vinicius Junior dan Jose Mourinho di Real Madrid.
Mourinho dan Tantangan Mengelola Bintang Real Madrid
AS menyoroti posisi sejumlah pemain besar yang masih sulit tersentuh meskipun mereka tidak menunjukkan performa maksimal. Sebaliknya, Guler justru meninggalkan lapangan ketika mampu memberikan kreativitas bagi permainan Madrid.
Situasi tersebut membuat kemampuan Mourinho dalam mengendalikan ruang ganti ikut mendapat sorotan. Mourinho selama ini memiliki reputasi sebagai pelatih dengan karakter kuat dan berani mengambil keputusan besar. Namun, AS menilai karakter tersebut belum terlihat sepenuhnya melalui keputusan teknisnya bersama Madrid.
Media tersebut juga mengaitkan persoalan itu dengan alasan yang membuat kembalinya Mourinho mendapat perhatian. Kemampuannya mengelola pemain berstatus bintang serta mengambil keputusan tegas dianggap menjadi salah satu aspek penting yang melekat pada sosoknya.
Akan tetapi, pertandingan melawan Betis justru memunculkan pertanyaan mengenai ketegasan tersebut. Ketika beberapa pemain utama kesulitan memberikan kontribusi, Mourinho tetap mempertahankan mereka. Pada saat bersamaan, ia menarik Guler yang mampu menciptakan tiga peluang.
Kekalahan Real Madrid Memunculkan Sorotan Baru
Hasil di La Cartuja akhirnya tidak hanya menghentikan catatan Madrid tanpa kekalahan pada musim ini. Pertandingan tersebut juga membuka pembahasan mengenai cara Mourinho menentukan pilihan pemain di tengah tuntutan besar terhadap skuadnya.
Momen antara Vinicius Junior dan Jose Mourinho selepas pertandingan semakin memperkuat perhatian terhadap situasi tersebut. Sikap Vinicius yang terlihat mengabaikan upaya Mourinho untuk bersalaman turut menjadi bagian dari sorotan setelah kekalahan Madrid.
Sementara itu, keputusan mengganti Guler memperbesar pembahasan mengenai hierarki pemain di skuad Los Blancos. AS menilai pemain asal Turki tersebut masih menjadi sosok yang lebih mudah untuk Mourinho tarik keluar, meskipun penampilannya mampu memberikan pengaruh positif.
Tanpa Guler, permainan Real Madrid juga dinilai kehilangan kreativitas yang sebelumnya membantu mereka mencari ruang di pertahanan Betis.
Kini, Mourinho menghadapi tantangan untuk membuktikan otoritasnya dalam mengelola skuad bertabur bintang. Kekalahan dari Real Betis memang hanya menghasilkan kehilangan tiga poin, tetapi pertandingan tersebut sekaligus memunculkan kembali persoalan yang selama ini kerap menjadi perhatian di Real Madrid: bagaimana pelatih mengambil keputusan terhadap para pemain berstatus bintang.