Debut Enzo Fernandez Dan Iliman Ndiaye bersama Manchester City berakhir dengan hasil positif setelah The Citizens mengalahkan Coventry City 1-0 pada lanjutan Liga Inggris 2026-2027. Kedua pemain anyar itu langsung masuk susunan pemain utama dan ikut membantu tim mempertahankan catatan kemenangan pada awal musim.

Manchester City mendatangkan Fernandez dan Ndiaye menjelang penutupan bursa transfer. Klub mengeluarkan total 185 juta poundsterling atau sekitar Rp 4,4 triliun untuk mendapatkan keduanya.

City merekrut Fernandez dari Chelsea dengan nilai transfer 125 juta poundsterling. Sementara itu, klub mengeluarkan 60 juta poundsterling untuk mendatangkan Ndiaye.

Kehadiran dua pemain tersebut langsung memberikan pilihan baru bagi pelatih Enzo Maresca. Bahkan, keduanya tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan kesempatan bermain bersama tim utama.

Fernandez Dapat Kesempatan Mendadak sebagai Starter

Maresca sebenarnya tidak merencanakan Fernandez untuk bermain sejak menit pertama melawan Coventry. Pelatih asal Italia tersebut semula menempatkan gelandang tim nasional Argentina itu dalam daftar pemain cadangan.

Namun, situasi berubah menjelang pertandingan. Nico O’Reilly mengalami cedera ringan ketika menjalani pemanasan. Kondisi tersebut membuat Maresca memasukkan Fernandez ke starting XI.

Maresca kemudian menempatkan pemain barunya sebagai gelandang nomor delapan. Peran itu memberikan ruang bagi Fernandez untuk bergerak lebih leluasa dan membantu serangan Manchester City.

Fernandez beberapa kali maju hingga memasuki area pertahanan Coventry. Sepanjang penampilannya, ia mencatat enam sentuhan bola di dalam kotak penalti lawan.

Pemain Argentina tersebut juga mendapatkan dua kesempatan untuk mencetak gol. Akan tetapi, pemain Coventry mampu menghalau kedua percobaannya sebelum bola mengancam gawang.

Maresca akhirnya mengakhiri penampilan perdana Fernandez pada menit ke-76.

Fernandez Ambil Bagian dalam Proses Gol Haaland

Meski tidak mencetak gol maupun memberikan assist terakhir, Fernandez memiliki peran dalam terciptanya satu-satunya gol Manchester City.

Serangan bermula ketika Fernandez mengirim umpan terobosan kepada Antoine Semenyo. Pemain Ghana tersebut melanjutkan serangan dengan mengirim umpan silang ke arah Erling Haaland.

Haaland kemudian menuntaskan peluang tersebut menjadi gol. Torehan itu sekaligus menjadi gol ketiga penyerang Manchester City tersebut dalam tiga pertandingan pembuka musim.

Kontribusi Fernandez sejak laga pertamanya tidak terlalu mengejutkan Maresca. Keduanya sudah saling mengenal karena pernah bekerja bersama ketika masih berada di Chelsea.

Maresca menilai pengalaman tersebut mempermudah proses adaptasi Fernandez karena sang pemain sudah memahami tuntutan permainan yang ia inginkan. Pelatih City itu juga meyakini kualitas Fernandez dapat membantu tim meraih kemenangan.

Debut Enzo Fernandez dan Iliman Ndiaye

Enzo Fernandez merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Chelsea vs Tottenham Hotspur di Stamford Bridge di London.

Iliman Ndiaye Tunjukkan Keberanian Membawa Bola

Selain Fernandez, Iliman Ndiaye langsung memperoleh tempat dalam starting XI meskipun persiapannya bersama tim masih sangat singkat.

Ndiaye baru mengikuti dua sesi latihan bersama Manchester City sebelum menghadapi Coventry. Namun, Maresca tetap memberikan kesempatan kepada pemain Senegal tersebut untuk menunjukkan kemampuannya sejak awal pertandingan.

Ndiaye kemudian memperlihatkan salah satu keunggulannya melalui keberanian melakukan penetrasi dengan bola. Ia mencatat delapan percobaan dribel sepanjang pertandingan, jumlah tertinggi dalam laga tersebut.

Walaupun demikian, Maresca masih melihat beberapa aspek yang perlu Ndiaye tingkatkan. Salah satunya berkaitan dengan pemahaman posisi dalam sistem permainan Manchester City.

Menurut Maresca, Ndiaye beberapa kali mengambil posisi terlalu dalam ketika Marc Guehi menguasai bola. Pelatih City menginginkan pemain barunya tersebut bergerak lebih tinggi dan menempati area sepertiga akhir lapangan.

Maresca menilai Josko Gvardiol lebih membutuhkan ruang yang beberapa kali Ndiaye tempati tersebut. Karena itu, Ndiaye masih harus memahami pola pergerakan yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Namun, Maresca memaklumi proses tersebut karena sang pemain baru menjalani dua latihan bersama rekan-rekan barunya.

Maresca Sambut Positif Penampilan Para Pemain Baru

Pertandingan kontra Coventry tidak hanya menjadi momen penting bagi Fernandez dan Ndiaye. Ayyoub Bouaddi serta Ryan McAidoo juga mendapatkan pengalaman pertama bermain di hadapan pendukung Manchester City.

Maresca melihat penampilan para pemain tersebut sebagai salah satu alasan untuk menyambut kemenangan dengan positif. Ia menilai pemain-pemain barunya mampu memberikan performa yang bagus meskipun beberapa di antaranya masih berada dalam tahap adaptasi.

Hasil akhir juga membuat debut Fernandez dan Ndiaye terasa semakin lengkap. Manchester City mampu menjaga keunggulan tipis hingga pertandingan berakhir.

Gianluigi Donnarumma turut memainkan peran penting dalam mempertahankan skor. Kiper tersebut melakukan sejumlah penyelamatan ketika Coventry berusaha mencari gol balasan.

Manchester City akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 1-0. Tambahan tiga poin membuat mereka mempertahankan awal sempurna di Liga Inggris 2026-2027 dengan memenangi tiga pertandingan pertama.

Bagi Fernandez dan Ndiaye, laga tersebut menjadi awal perjalanan bersama klub baru. Fernandez sudah memperlihatkan kontribusi dalam pembangunan serangan, sedangkan Ndiaye menawarkan kemampuan membawa bola dan melakukan dribel.

Maresca kini memiliki pekerjaan untuk membantu keduanya semakin memahami sistem permainan Manchester City. Jika proses adaptasi berjalan baik, dua rekrutan bernilai total 185 juta poundsterling tersebut dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi City dalam menjalani persaingan sepanjang musim.