Alvaro Arbeloa – menghadapi tekanan di Fulham setelah timnya gagal meraih hasil positif dalam tiga pertandingan pertama Premier League musim 2026/2027. Awal yang kurang meyakinkan tersebut membuat masa depan mantan pemain Real Madrid itu mulai mendapat perhatian meski kompetisi masih berada pada tahap awal.
Fulham menunjuk Arbeloa sebagai manajer pada Juli 2026. Ia datang untuk menggantikan Marco Silva yang meninggalkan Craven Cottage dan memilih melanjutkan karier bersama Benfica.
Pergantian tersebut membawa harapan baru bagi Fulham. Namun, Arbeloa belum mampu memberikan awal yang sesuai ekspektasi. The Cottagers justru mengalami tiga kekalahan secara beruntun dalam tiga pertandingan pembuka Premier League.
Rangkaian hasil tersebut menempatkan Fulham di posisi ke-19 klasemen sementara. Kondisi itu sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Arbeloa untuk segera menemukan solusi dan membawa tim keluar dari papan bawah.
Performa Awal Fulham Membuat Arbeloa Disorot
Tiga pertandingan tanpa kemenangan menjadi persoalan pertama yang harus Arbeloa selesaikan. Selain hasil akhir, performa lini pertahanan Fulham juga memunculkan kekhawatiran pada awal musim.
Situasi semakin menantang karena Fulham akan menghadapi lawan berat sebelum jeda internasional. Liverpool dan Manchester United masuk dalam agenda pertandingan The Cottagers pada periode tersebut.
Dua laga itu berpotensi menjadi ujian penting bagi Arbeloa. Fulham membutuhkan peningkatan performa untuk menghentikan tren negatif sekaligus mengurangi tekanan terhadap tim dan sang manajer.
Selain persoalan hasil pertandingan, pendekatan taktik Arbeloa juga mulai menjadi perhatian. Sejumlah pemain di kabarkan mempertanyakan pengaturan permainan yang ia terapkan, terutama dalam mengatasi kelemahan pertahanan.
Apabila masalah tersebut terus berlanjut, Arbeloa harus menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia tidak hanya perlu memperbaiki hasil di lapangan, tetapi juga harus memastikan para pemain tetap percaya terhadap rencana permainan yang ia bangun.
Keith Wyness Soroti Situasi Alvaro Arbeloa
Mantan CEO Everton, Keith Wyness, turut memberikan perhatian terhadap kondisi Fulham. Dalam wawancara eksklusif dengan Football Insider, ia menempatkan Arbeloa sebagai salah satu manajer yang menghadapi risiko besar kehilangan pekerjaannya.
Wyness bahkan menilai Arbeloa berada dalam posisi yang lebih rentan di bandingkan beberapa manajer Premier League lainnya.
Menurut Wyness, terdapat tiga nama yang layak mendapat perhatian terkait potensi pergantian pelatih. Selain Arbeloa, ia memasukkan Roberto De Zerbi yang menangani Tottenham serta Oliver Glasner di Nottingham Forest.
Namun, Wyness memandang kondisi Fulham sebagai situasi yang paling mengkhawatirkan. Awal musim yang buruk menjadi salah satu faktor yang membuat tekanan terhadap Arbeloa meningkat.
Wyness juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sejumlah koneksi di lingkungan sepak bola Spanyol. Berdasarkan informasi yang ia terima, terdapat beberapa penilaian kurang positif mengenai Arbeloa.
Salah satu hal yang menjadi sorotan berkaitan dengan pendekatan kepemimpinannya. Wyness mengaku mendengar informasi yang menggambarkan gaya Arbeloa sebagai sosok yang cenderung konfrontatif.
Informasi tersebut menambah perhatian terhadap hubungan antara manajer dan pemain Fulham. Terlebih, muncul kabar bahwa sebagian pemain mulai mempertanyakan aspek taktik yang di terapkan sang pelatih.

Pelatih interim Real Madrid, Alvaro Arbeloa
Arbeloa Dinilai Lebih Terancam daripada De Zerbi dan Glasner
Tekanan terhadap pelatih bukan hanya terjadi di Fulham. Wyness juga menyinggung situasi Roberto De Zerbi bersama Tottenham dan Oliver Glasner di Nottingham Forest.
Ketiga manajer tersebut masuk dalam pembahasan mengenai pelatih yang berpotensi kehilangan pekerjaan lebih cepat pada Premier League 2026/2027. Meski demikian, Wyness memberikan perhatian terbesar kepada Arbeloa.
Untuk Nottingham Forest, Wyness turut menyoroti rekam jejak pemilik klub Evangelos Marinakis dalam mengambil keputusan terkait posisi pelatih. Sementara itu, De Zerbi juga menghadapi tekanan bersama Tottenham.
Meski terdapat beberapa nama, kondisi Arbeloa di anggap lebih mendesak. Hasil buruk Fulham pada tiga laga pembuka, persoalan di sektor pertahanan, serta kabar mengenai keraguan pemain terhadap pendekatan taktik membuat tekanan terhadapnya semakin besar.
Laga Berikutnya Bisa Menentukan Arah Fulham
Arbeloa kini membutuhkan respons cepat dari skuad Fulham. Perbaikan performa menjadi penting karena The Cottagers harus segera mengumpulkan poin untuk meninggalkan zona bawah klasemen.
Tantangannya tidak ringan. Pertandingan menghadapi Liverpool dan Manchester United sebelum jeda internasional akan menguji kemampuan Arbeloa dalam membenahi tim setelah tiga kekalahan awal.
Hasil positif dalam periode tersebut dapat membantu Fulham mengubah momentum sekaligus mengurangi tekanan terhadap manajer mereka. Sebaliknya, apabila tren kekalahan terus berlangsung, spekulasi mengenai posisi Arbeloa berpotensi semakin kuat.
Karena itu, periode berikutnya menjadi fase penting dalam perjalanan awal Arbeloa di Craven Cottage. Mantan pemain Real Madrid tersebut perlu membuktikan bahwa dirinya mampu memperbaiki organisasi permainan Fulham, memperkuat pertahanan, dan mengembalikan kepercayaan skuad setelah mengawali Premier League 2026/2027 dengan hasil mengecewakan.