Fulham Vs Manchester United memperlihatkan persoalan efektivitas tim tamu ketika banyaknya peluang tidak menghasilkan kemenangan. Sebanyak 25 percobaan yang dibuat MU sepanjang pertandingan hanya berbuah satu gol. Laga Liga Inggris 2026/2027 di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026) malam WIB, pun selesai dengan skor 1-1.
Manchester United sebenarnya lebih aktif dalam membangun serangan. Mereka menguasai 56 persen permainan dan mengarahkan tujuh dari 25 tembakannya tepat ke sasaran. Namun, keunggulan secara statistik itu tidak mampu membawa pasukan Michael Carrick mendapatkan tiga poin.
Fulham bermain dengan jumlah percobaan yang lebih sedikit. Tuan rumah mencatat 12 tembakan dan enam di antaranya mengarah ke gawang.
Perbedaan produktivitas serangan tersebut pada akhirnya tidak menentukan hasil. Kedua kesebelasan sama-sama mencetak satu gol, meskipun gol Fulham berasal dari kesalahan pemain MU.
Kesalahan Martinez Ubah Situasi Pertandingan
Kebuntuan bertahan cukup lama sebelum pertandingan memasuki menit ke-63. Pada momen tersebut, Manchester United justru menghadapi situasi yang merugikan ketika Lisandro Martinez gagal mengantisipasi bola hasil tepisan Senne Lammens.
Bola mengenai Martinez dan masuk ke gawang Manchester United. Kesalahan itu membuat Fulham mendapatkan keunggulan ketika pertandingan sudah melewati satu jam.
MU pun harus mengubah keadaan setelah tertinggal 0-1. Dengan waktu yang semakin terbatas, tim tamu membutuhkan gol untuk menghindari kekalahan.
Carrick tetap melihat banyak aspek positif dari permainan anak asuhnya. Menurut penilaiannya setelah pertandingan, MU telah melakukan cukup banyak hal untuk mendapatkan kemenangan.
Manajer Manchester United tersebut juga menilai timnya mengalami ketidakberuntungan pada gol yang masuk ke gawang sendiri. Di luar kejadian itu, Carrick menganggap permainan MU berjalan cukup baik.

Manajer MU Michael Carrick.
Penyelamatan Kiper Fulham Hambat MU
Besarnya jumlah percobaan menjadi salah satu gambaran tekanan Manchester United dalam pertandingan ini. Akan tetapi, menciptakan peluang dalam jumlah besar tidak otomatis menghasilkan banyak gol.
Carrick menyoroti kontribusi penjaga gawang Fulham dalam mencegah timnya mencetak lebih banyak gol. Menurut dia, beberapa peluang MU sebenarnya memiliki potensi untuk mengubah hasil pertandingan.
Ia bahkan menilai Manchester United bisa saja menghasilkan dua atau tiga gol apabila penyelesaian sejumlah peluang memberikan hasil berbeda.
Pernyataan Carrick sejalan dengan angka serangan yang tercatat sepanjang pertandingan. Dari total 25 tembakan, tujuh percobaan MU mencapai sasaran. Fulham, sebagai perbandingan, menghasilkan enam tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan.
Meski begitu, angka tersebut hanya menggambarkan aktivitas serangan. Pada papan skor, MU masih tertinggal sampai pertandingan mendekati akhir.
Matheus Cunha Hindarkan Manchester United dari Kekalahan
Tekanan untuk mencari gol tidak membuat Manchester United berhenti menyerang. Carrick mengapresiasi respons pemainnya ketika mereka harus mengejar ketertinggalan.
Kepercayaan diri para pemain tetap terjaga menurut sang manajer. MU terus menjalankan permainan mereka sampai kesempatan untuk menyamakan skor akhirnya datang.
Matheus Cunha menjadi pemain yang menghindarkan Manchester United dari kekalahan. Golnya menjelang pertandingan berakhir mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut memastikan kedua kesebelasan memperoleh satu poin. Bagi MU, keberhasilan mengejar skor setidaknya mencegah mereka pulang dari Craven Cottage dengan kekalahan.
Carrick memandang hasil imbang sebagai pencapaian paling minimum yang layak diterima Manchester United berdasarkan penampilan mereka. Meski demikian, keinginannya jelas lebih tinggi karena ia melihat timnya mempunyai peluang untuk memenangi laga.
Tiga Pertandingan Terakhir MU Belum Menghasilkan Kemenangan
Satu poin dari Fulham vs Manchester United belum mampu menghentikan periode tanpa kemenangan Manchester United di Liga Inggris.
Dalam tiga pertandingan liga terakhir, MU hanya mengumpulkan dua hasil seri serta satu kekalahan. Artinya, mereka belum merasakan kemenangan selama periode tersebut.
Hasil di markas Fulham sekaligus menunjukkan bahwa tingginya aktivitas menyerang belum cukup untuk memberikan tiga angka. Manchester United unggul dalam jumlah percobaan dan penguasaan bola, tetapi hanya mampu mencetak satu gol.
Di sisi lain, satu kesalahan di area pertahanan hampir membuat MU kehilangan seluruh poin. Gol bunuh diri Martinez memberikan keuntungan kepada Fulham pada pertengahan babak kedua sebelum Cunha mengembalikan keseimbangan menjelang laga selesai.
Manchester United akhirnya harus menerima hasil seri meski menghasilkan lebih banyak peluang. Bagi Carrick, respons pemain setelah tertinggal menjadi bagian yang ia apresiasi. Namun, hasil akhir tetap membuat MU melanjutkan rangkaian tiga pertandingan Liga Inggris tanpa kemenangan.