Ing Asavanund Yamaha Sunday Race 2026 menjadi salah satu topik yang paling banyak di bicarakan sepanjang penyelenggaraan Idemitsu BLU CRU Yamaha Sunday Race 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, pada 17-19 Juli 2026. Menariknya, sorotan terbesar tidak mengarah kepada pembalap yang berhasil naik podium. Justru Ing Asavanund, rider asal Thailand yang juga di kenal sebagai aktor di bawah naungan GMMTV, berhasil mencuri perhatian ribuan penonton berkat popularitas dan penampilannya di lintasan.
Fenomena tersebut menghadirkan warna baru dalam ajang balap nasional maupun regional. Antusiasme penonton yang luar biasa menunjukkan bahwa dunia motorsport kini mampu menarik perhatian publik melalui perpaduan prestasi olahraga dan popularitas figur publik. Kehadiran Ing membuat suasana Mandalika terasa semakin hidup, bahkan di luar jadwal balapan.
Ribuan Penggemar Padati Pitwalk Demi Bertemu Ing Asavanund
Sesi pitwalk menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian selama Yamaha Sunday Race 2026 berlangsung. Begitu panitia membuka akses menuju area paddock, ribuan pengunjung langsung bergerak menuju lokasi tempat Ing Asavanund berada.
Para penggemar datang membawa berbagai hadiah, mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen, hingga rela mengantre demi mendapatkan kesempatan berfoto bersama idola mereka. Keramaian itu berlangsung cukup lama dan terus di penuhi pengunjung selama sesi berlangsung.
Atmosfer yang tercipta bahkan mengingatkan banyak orang pada kemeriahan MotoGP Mandalika. Jika di bandingkan dengan pitwalk MotoGP Mandalika 2025, kepadatan massa di sekitar paddock Ing terlihat lebih besar dan bertahan lebih lama. Pemandangan tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang penyelenggaraan Yamaha Sunday Race 2026.
Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik seorang pembalap tidak selalu di tentukan oleh hasil balapan. Karisma, kedekatan dengan penggemar, serta latar belakang di dunia hiburan mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton yang hadir langsung di sirkuit.
Tampil Konsisten Meski Memulai Balapan dari Posisi Belakang
Ing Asavanund datang ke Mandalika bukan sekadar memenuhi agenda sebagai selebritas. Ia memiliki target untuk menguji kemampuan balapnya di lintasan baru sekaligus bersaing dengan para pembalap terbaik kawasan Asia-Pasifik.
Walaupun belum berhasil meraih podium, performanya tetap layak mendapat apresiasi. Ia menuntaskan balapan pertama di posisi ketujuh, kemudian menyelesaikan race kedua di peringkat kedelapan. Hasil tersebut terasa memuaskan karena ia harus memulai balapan dari posisi yang kurang ideal.
Ing mengaku pencapaiannya melebihi ekspektasi pribadi. Menurutnya, hasil akhir balapan jauh lebih baik di bandingkan perkiraan sebelum turun ke lintasan.
Ia menjelaskan bahwa sesi kualifikasi tidak berjalan sesuai harapan sehingga harus memulai balapan dari posisi ke-17 dan ke-16. Namun, saat balapan berlangsung, ia berhasil menyalip sejumlah pembalap dan memperbaiki posisi hingga finis di papan tengah. Karena alasan itu, ia merasa sangat puas dengan hasil yang di raih sepanjang akhir pekan di Mandalika.

Ing Asavanund berada di Sirkuit Internasional Mandalika untuk mengikuti ajang Yamaha Sunday Race 2026.
Mandalika Berikan Tantangan Baru bagi Ing Asavanund
Sirkuit Internasional Mandalika menghadirkan pengalaman baru bagi pembalap berusia 20 tahun tersebut. Sebelumnya, Ing lebih banyak menjalani balapan di berbagai lintasan Thailand seperti Buriram, Bangkok, dan Pattaya.
Karakter Mandalika yang cepat membuatnya harus beradaptasi sejak hari pertama. Selain itu, waktu persiapan yang tersedia juga cukup terbatas. Seluruh rangkaian kegiatan hanya mencakup dua sesi latihan bebas, satu sesi kualifikasi, dan dua balapan.
Ing menilai kondisi tersebut memaksanya memahami karakter motor sekaligus mempelajari lintasan dalam waktu singkat. Meski demikian, ia menikmati seluruh proses adaptasi yang di jalani selama berada di Indonesia.
Menurutnya, Mandalika memiliki karakter berbeda di bandingkan lintasan yang biasa ia gunakan. Sirkuit ini menawarkan kecepatan tinggi dengan jumlah tikungan stop-and-go yang lebih sedikit. Sementara itu, Ing mengaku lebih menyukai sirkuit yang memiliki banyak tikungan semacam itu.
Walau harus menyesuaikan gaya balap, ia tetap menikmati setiap putaran di Mandalika. Kehadiran ribuan penonton di tribun juga memberinya motivasi tambahan untuk tampil maksimal hingga garis finis.
Balap Motor Tetap Menjadi Prioritas Utama
Di balik popularitasnya sebagai aktor, Ing Asavanund tetap menempatkan dunia balap sebagai prioritas utama. Saat ini ia masih menjalani kuliah di Thailand sambil aktif bekerja di industri hiburan.
Kesibukan tersebut membuatnya harus membagi waktu antara pendidikan, dunia akting, dan latihan balap. Walaupun jadwalnya sangat padat, ia berusaha menjaga keseimbangan agar tetap bisa berkembang di semua bidang yang di jalani.
Ing mengaku sangat menikmati aktivitas yang beragam. Ia senang bepergian, bekerja, serta mengejar berbagai pengalaman baru. Meski mengakui tidak terlalu menyukai kegiatan belajar, ia tetap menjalankan tanggung jawab sebagai mahasiswa.
Kecintaannya terhadap balap motor ternyata sudah muncul jauh sebelum di kenal sebagai aktor. Ia mulai menekuni olahraga tersebut sejak berusia 12 tahun. Pengalaman panjang itulah yang membuatnya tetap mempertahankan karier sebagai pembalap hingga sekarang.
Sambutan Penggemar Indonesia Tinggalkan Kesan Mendalam
Akhir pekan di Mandalika meninggalkan pengalaman yang sangat berharga bagi Ing Asavanund. Selain berhasil memperbaiki posisi selama balapan, ia juga merasakan dukungan luar biasa dari para penggemar Indonesia.
Ia mengaku belum pernah menerima sambutan sebesar itu ketika mengikuti balapan di negaranya sendiri. Atmosfer yang tercipta di Mandalika membuatnya benar-benar terkejut sekaligus terharu.
Menurut Ing, antusiasme penonton Indonesia memberikan energi tambahan setiap kali ia berada di lintasan maupun ketika bertemu langsung dengan para penggemar di area paddock. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan karier balapnya.
Yamaha Sunday Race 2026 akhirnya tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lintasan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seorang pembalap mampu membangun hubungan kuat dengan para penggemar. Kehadiran Ing Asavanund menjadi bukti bahwa semangat balap, kerja keras, dan kedekatan dengan publik dapat menciptakan daya tarik yang sama besarnya dengan kemenangan di podium.