Ismail Kartal Mundur Dari Fenerbahce memunculkan persoalan baru bagi klub Turki tersebut pada awal kiprahnya di Liga Champions 2026-2027. Kartal menyatakan keinginannya mengakhiri tugas sebagai pelatih, sedangkan Presiden Fenerbahce Aziz Yildirim justru menolak menganggap masa kerjanya selesai.
Situasi tersebut muncul setelah Fenerbahce meraih satu poin pada pertandingan pertama mereka di kompetisi Eropa musim ini. Tim tuan rumah berbagi skor 1-1 dengan AS Roma di Stadion Fenerbahce Sukru Saracoglu Spor Kompleksi, Kamis (11/9/2026) malam WIB.
Alih-alih hanya membahas hasil pertandingan, perhatian kemudian mengarah kepada masa depan kursi pelatih. Kartal menyampaikan keputusannya ketika berbicara kepada media selepas laga.
Pelatih berusia 65 tahun itu merasa sudah waktunya memberi kesempatan kepada klub untuk menentukan arah selanjutnya. Ia pun memilih mengakhiri pekerjaannya setelah melewati sekitar tiga bulan dalam periode kepemimpinannya kali ini.
Kartal Ingin Memberi Ruang bagi Fenerbahce
Kartal kembali mengambil tanggung jawab menangani Fenerbahce pada Juni 2026. Selama periode tersebut, ia bekerja bersama skuad melalui latihan dan pemusatan latihan untuk mempersiapkan tim menghadapi berbagai kompetisi.
Salah satu hasil penting kemudian datang dari panggung Eropa. Bersama Kartal, Fenerbahce berhasil kembali berkompetisi di Liga Champions setelah menanti selama 18 tahun.
Meski mencatat pencapaian tersebut, Kartal akhirnya mengambil keputusan besar pada awal perjalanan klub di turnamen Eropa musim ini.
Dalam keterangannya kepada media, ia memberikan apresiasi kepada pemain serta presiden klub atas kerja yang mereka lakukan sejak awal musim. Kartal juga memandang tiga bulan terakhir sebagai periode yang memberikan banyak pengalaman positif.
Namun, ia memilih tidak meneruskan pekerjaannya. Kartal ingin keputusannya memberi ruang kepada klub, para pemain, dan pelatih yang nantinya menangani Fenerbahce. Ia juga menunjukkan keinginan kuat untuk tidak kembali menduduki jabatan yang sama setelah pergi.
Insiden Botol Menambah Tekanan
Keputusan Kartal tidak muncul tanpa persoalan di sekitar tim. Pertandingan menghadapi AS Roma turut menghadirkan kejadian dari area penonton.
Sejumlah orang di tribun melempar botol ke arah pelatih Fenerbahce. Aksi tersebut membuat Kartal kesal.
Aziz Yildirim mengetahui persoalan itu setelah melakukan pembicaraan langsung dengan sang pelatih. Dalam percakapan tersebut, Kartal tidak hanya membahas insiden dari tribun. Ia turut menyampaikan tekanan yang selama ini ia rasakan.
Yildirim kemudian meminta lingkungan Fenerbahce mengubah cara mereka memperlakukan pelatih. Menurutnya, klub membutuhkan dukungan dari seluruh unsur yang berada di sekitarnya.
Presiden Fenerbahce tersebut menilai serangan terhadap pelatih tidak mencerminkan bentuk dukungan. Karena itu, ia menginginkan komunitas klub berdiri di belakang Kartal ketika tim sedang menghadapi tantangan.

Ismail Kartal mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih Fenerbahce tak lama setelah bermain imbang melawan AS Roma di Liga Champions 2026-2027.
Presiden Klub Memiliki Sikap Berbeda
Walaupun Kartal sudah mengutarakan niatnya di depan media, Yildirim belum menganggap persoalan tersebut selesai.
Presiden klub menyebut dirinya belum memperoleh surat pengunduran diri dari Kartal. Oleh sebab itu, ia tetap menempatkan pria berusia 65 tahun tersebut sebagai pelatih kepala Fenerbahce.
Yildirim bahkan menunjukkan keinginan kuat agar Kartal meneruskan pekerjaannya. Selama dirinya masih memimpin klub, ia ingin sang pelatih tetap bertanggung jawab atas skuad.
Perbedaan sikap itu menciptakan keadaan yang tidak lazim. Kartal merasa kepergiannya dapat membantu membuka ruang bagi Fenerbahce, sedangkan Yildirim justru berusaha mempertahankannya.
Dengan demikian, klub kini perlu menghadapi persoalan internal ketika kompetisi baru memasuki tahap awal.
Archie Brown Tidak Mengetahui Rencana Sang Pelatih
Kabar mengenai keputusan Kartal rupanya juga mengejutkan pemain Fenerbahce. Archie Brown bahkan belum mengetahui rencana tersebut ketika berbicara kepada media setelah pertandingan.
Bek asal Inggris itu sebelumnya memberikan kontribusi penting di lapangan. Golnya membuat Fenerbahce mampu menyamakan kedudukan dan menyelesaikan laga kontra AS Roma dengan skor 1-1.
Ketika pewawancara menyinggung keputusan Kartal, Brown menunjukkan keterkejutannya. Ia meminta penjelasan mengenai kabar tersebut karena sebelumnya tidak mengetahui bahwa pelatihnya telah menyampaikan niat untuk pergi.
Respons Brown menunjukkan bahwa informasi mengenai keputusan Kartal belum sepenuhnya beredar di dalam skuad saat pertandingan berakhir.
Perjalanan Panjang Kartal Bersama Fenerbahce
Terlepas dari persoalan terbaru, Kartal bukan sosok baru dalam sejarah Fenerbahce. Hubungannya dengan klub telah berlangsung sejak ia masih menjalani karier sebagai pesepak bola.
Ketika mengenakan seragam Fenerbahce, Kartal ikut meraih enam trofi. Dua gelar liga termasuk dalam koleksi tersebut.
Karier kepelatihannya kemudian kembali mempertemukan Kartal dengan klub yang sama. Pada periode pertamanya sebagai manajer, ia membantu Fenerbahce mendapatkan Piala Super Turki pada 2014.
Periode terbaru yang dimulai pada Juni 2026 menambahkan pencapaian lain. Kartal membawa Fenerbahce kembali merasakan persaingan Liga Champions setelah klub tidak tampil di ajang tersebut selama 18 tahun.
Kini, perhatian beralih dari pencapaian itu menuju status kepemimpinannya. Kartal telah mengutarakan keinginan untuk mengakhiri pekerjaannya, sementara Yildirim masih menghendaki sang pelatih berada di kursi Fenerbahce. Perbedaan keputusan tersebut menjadi persoalan yang harus mereka hadapi ketika perjalanan musim 2026-2027 baru memasuki fase awal.