ITF M15 Bali 2026 resmi menutup rangkaian seri pertamanya di kawasan Nusa Dua, Bali, pada Minggu (26/7/2026). Turnamen tenis internasional yang menjadi bagian dari Amman Men’s World Tennis Championship 2026 itu belum menghadirkan gelar bagi tuan rumah. Sebaliknya, petenis Thailand dan pasangan lintas negara sukses mendominasi partai final setelah menampilkan performa impresif sepanjang kompetisi. Turnamen ini mempertandingkan nomor tunggal dan ganda putra dengan total hadiah mencapai 15.000 dolar AS.
Thanaphat Boosarawongse Taklukkan Wakil Jepang di Final
Persaingan sengit tersaji pada laga puncak sektor tunggal putra. Petenis Thailand, Thanaphat Boosarawongse, berhasil mengamankan gelar juara setelah mengalahkan Ryuki Matsuda asal Jepang melalui pertandingan tiga set yang berlangsung dramatis.
Thanaphat membuka laga dengan tekanan besar dari lawannya. Matsuda lebih dulu mengamankan set pertama 6-4. Namun, petenis Thailand itu tidak kehilangan fokus. Ia bangkit pada set kedua dengan kemenangan 6-3 sebelum memastikan kemenangan 7-5 di set penentuan.
Pertandingan berlangsung selama hampir tiga jam atau tepatnya 2 jam 58 menit. Kedua pemain saling meladeni reli panjang dari area baseline. Gaya bermain yang sama membuat setiap poin berlangsung ketat sehingga pertandingan berjalan sangat menarik hingga akhir.
Keberhasilan tersebut terasa semakin spesial karena Thanaphat memulai perjuangannya sejak babak kualifikasi. Ia mampu melewati setiap tantangan hingga akhirnya berdiri sebagai juara seri pertama ITF M15 Bali 2026.
Kerja Keras dan Dukungan Keluarga Jadi Kunci
Usai memastikan gelar juara, Thanaphat mengaku sangat puas dengan hasil yang diraihnya. Menurutnya, pertandingan final menjadi salah satu laga paling menguras tenaga sepanjang turnamen.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan keluarga yang terus hadir di tribun memberikan motivasi besar selama bertanding. Kehadiran orang-orang terdekat membuatnya mampu menjaga semangat hingga poin terakhir.
Thanaphat menyebut gelar tersebut menjadi kenangan indah selama mengikuti rangkaian turnamen di Bali. Ia merasa seluruh perjuangannya sejak babak kualifikasi akhirnya terbayar dengan trofi juara.
Sementara itu, Ryuki Matsuda harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up. Meski sempat menguasai set pertama, ia gagal mempertahankan konsistensi permainan ketika lawannya meningkatkan intensitas serangan pada dua set berikutnya.

Petenis Thailand, Thanaphat Boosarawongse, juara ITF M15 2026 di Bali.
Pasangan Amerika Serikat-Thailand Juara Ganda Putra
Selain partai tunggal, sektor ganda putra juga menghadirkan kejutan. Alexander Chang yang berasal dari Amerika Serikat bersama Tanapat Nirundorn dari Thailand sukses merebut gelar juara setelah mengalahkan unggulan pertama asal Jepang, Taisei Ichikawa dan Hikaru Shiraishi.
Chang dan Tanapat langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka menguasai permainan melalui servis yang solid dan kerja sama yang efektif di depan net. Strategi tersebut membuat mereka memenangkan set pertama dengan skor 6-3.
Memasuki set kedua, pasangan Jepang mencoba memberikan perlawanan lebih kuat. Meski demikian, Chang dan Tanapat tetap mampu menjaga ritme permainan hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 7-5.
Laga final ganda berlangsung selama 1 jam 9 menit. Kemenangan itu sekaligus menjadi kejutan karena mereka mampu mengalahkan pasangan unggulan pertama yang sebelumnya tampil konsisten sepanjang turnamen.
Gelar Menjadi Modal Penting untuk Seri Berikutnya
Setelah memastikan gelar juara, Tanapat Nirundorn memberikan apresiasi kepada Alexander Chang yang tetap tampil maksimal meski harus menjalani jadwal padat di nomor tunggal maupun ganda.
Di sisi lain, Alexander menilai keberhasilan tersebut menjadi bekal berharga menjelang seri kedua. Ia optimistis kerja sama mereka akan semakin solid setelah memperoleh hasil positif pada turnamen pembuka di Bali.
Kepercayaan diri yang meningkat diharapkan membantu keduanya kembali bersaing memperebutkan gelar pada rangkaian berikutnya. Kombinasi pengalaman Chang dan permainan agresif Tanapat menjadi kekuatan utama pasangan tersebut sepanjang kompetisi.
Seri Kedua Langsung Dimulai di Nusa Dua
Berakhirnya seri pertama tidak membuat persaingan berhenti. Panitia langsung menggelar babak kualifikasi ITF M15 seri kedua di lokasi yang sama, yakni Nusa Dua, Bali.
Sebanyak 32 petenis mengikuti fase kualifikasi untuk memperebutkan delapan tempat menuju babak utama. Kompetisi di perkirakan kembali berlangsung ketat karena para peserta berusaha mengumpulkan poin penting dalam kalender ITF World Tennis Tour.
Keberlanjutan turnamen ini juga memberi kesempatan bagi petenis Indonesia untuk memperbaiki hasil pada seri selanjutnya. Dengan bermain di kandang sendiri, mereka di harapkan mampu tampil lebih kompetitif dan bersaing hingga babak-babak akhir demi mengincar gelar internasional.