Timnas Vietnam – Kesuksesan di tingkat Asia Tenggara membuat Timnas Vietnam mulai membidik pencapaian yang lebih besar. Setelah kembali menjadi kampiun Piala AFF, pelatih Kim Sang-sik ingin meningkatkan level persaingan The Golden Stars hingga mampu mengejar kesempatan tampil di Piala Dunia.

Pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut menilai Vietnam masih memiliki ruang untuk berkembang. Prestasi regional yang berhasil diraih menjadi modal untuk membangun tim dengan kemampuan bersaing pada level yang lebih tinggi.

Kim mengungkapkan target tersebut ketika berbicara dengan media Korea Selatan melalui pertemuan virtual pada Jumat (28/8/2026). Saat itu, Vietnam baru saja menyelesaikan perjuangan di partai puncak turnamen sepak bola Asia Tenggara dengan hasil positif.

The Golden Stars keluar sebagai pemenang setelah mengatasi Thailand dengan agregat 4-2. Keberhasilan itu sekaligus membuat Vietnam mampu mempertahankan status sebagai juara dalam dua penyelenggaraan secara beruntun.

Dua Pertandingan Menentukan Gelar Vietnam

Vietnam menjalani pertandingan final menghadapi Thailand dalam sistem kandang dan tandang. Leg pertama memberikan keuntungan besar bagi pasukan Kim Sang-sik.

Ketika bertanding di Bangkok pada Sabtu (22/8/2026), Vietnam berhasil mencetak dua gol tanpa balas. Kemenangan 2-0 tersebut membuat mereka berada dalam posisi menguntungkan menjelang pertandingan berikutnya.

Empat hari kemudian, giliran Vietnam menjadi tuan rumah. Thailand berusaha mengejar ketertinggalan saat kedua negara kembali berhadapan di Hanoi pada Rabu (26/8/2026).

Pertandingan kedua berlangsung lebih ketat dan menghasilkan empat gol. Kedua kesebelasan akhirnya harus puas dengan skor sama kuat 2-2.

Hasil tersebut sudah cukup bagi Vietnam untuk memastikan trofi karena mereka tetap unggul dalam perhitungan dua pertandingan. Secara keseluruhan, The Golden Stars menutup final dengan agregat 4-2.

Kim menyambut keberhasilan itu dengan rasa puas. Ia menilai kepercayaan para pemain terhadap metode kepelatihannya memiliki peran besar dalam perjalanan Vietnam selama sekitar dua bulan terakhir hingga mampu mempertahankan gelar.

Prestasi Kim Sang-sik Bersama Sepak Bola Vietnam

Trofi terbaru menambah daftar pencapaian Kim sejak mendapat kepercayaan menangani sepak bola Vietnam. Kiprahnya tidak hanya menghasilkan prestasi bersama tim nasional senior, tetapi juga memberikan hasil positif pada kelompok U-23.

Sebelum membawa tim senior kembali menjadi penguasa Asia Tenggara, Kim telah mengantarkan Vietnam meraih gelar Piala AFF U-23. Prestasi lainnya datang dari SEA Games 2025 ketika tim asuhannya berhasil membawa pulang medali emas.

Catatan positif juga terlihat dari konsistensi tim senior. Vietnam mampu melewati 26 pertandingan berturut-turut tanpa mengalami kekalahan.

Serangkaian hasil tersebut menunjukkan perkembangan yang dibangun selama kepemimpinan Kim. Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan itu tidak menganggap keberhasilannya berasal dari sebuah formula khusus.

Adaptasi Menjadi Dasar Strategi Kim

Kim memilih pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan tim dengan perkembangan permainan. Baginya, perubahan dalam sepak bola berlangsung cepat sehingga seorang pelatih perlu fleksibel ketika menyusun strategi.

Ia terlebih dahulu memperhatikan kemampuan serta kondisi fisik pemain sebelum menentukan pola latihan. Cara tersebut membantunya memilih metode yang dianggap paling sesuai dengan karakter skuad Vietnam.

Selain itu, Kim berusaha menyederhanakan instruksi kepada pemain. Ia ingin setiap anggota tim memahami tugas masing-masing secara jelas sehingga strategi yang disiapkan dapat diterapkan secara efektif ketika pertandingan berlangsung.

Kemampuan melakukan penyesuaian menjadi salah satu prinsip utama dalam kepelatihannya. Alih-alih mempertahankan satu pendekatan dalam berbagai situasi, Kim berusaha merespons perkembangan permainan dan kebutuhan tim.

Hubungannya dengan masyarakat Vietnam juga semakin dekat setelah sederet keberhasilan tersebut. Salah satu momen yang meninggalkan kesan baginya terjadi ketika perayaan gelar berlangsung.

Di tengah kemeriahan suporter Vietnam, Kim melihat sejumlah pendukung turut membawa bendera Korea Selatan. Pemandangan itu membuatnya merasa mendapat penerimaan yang besar selama menjalankan tugasnya di Vietnam.

Kim Sang-sik targetkan Timnas Vietnam lolos ke Piala Dunia

Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik merayakan kemenangan 1-0 atas Timnas Indonesia di Grup B Piala AFF 2024. Kemenangan itu diraih di Phu Tho Provincial Stadium, Viet Tri, Minggu (15/12/2024).

Park Hang-seo Dinilai Membuka Jalan

Kim turut memberikan penghargaan kepada Park Hang-seo, kompatriotnya yang lebih dahulu membangun reputasi sebagai pelatih di Vietnam.

Menurut Kim, kiprah Park memiliki arti penting bagi pelatih asal Korea Selatan yang kemudian berkarier di negara tersebut. Keberhasilan pendahulunya ikut membangun kepercayaan terhadap kemampuan juru taktik Korea di lingkungan sepak bola Vietnam.

Namun, Kim kini berusaha membangun pencapaiannya sendiri. Setelah mengoleksi prestasi pada tingkat Asia Tenggara, ia ingin membawa tim asuhannya menghadapi tantangan yang skalanya jauh lebih besar.

Piala Dunia Menjadi Ambisi Jangka Panjang

Piala Dunia kini masuk dalam tujuan besar Kim bersama Vietnam. Apabila target tersebut suatu saat berhasil diwujudkan, The Golden Stars akan mencatat sejarah karena belum pernah tampil di putaran final kompetisi sepak bola antarnegara terbesar tersebut.

Ambisi Kim semakin mendapat dorongan ketika dirinya bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam rangkaian penyerahan trofi.

Dalam pertemuan tersebut, Infantino menyampaikan harapan agar Vietnam dapat tampil di Piala Dunia. Pesan itu kemudian menjadi tambahan motivasi bagi Kim untuk meningkatkan kemampuan timnya.

Ia ingin membentuk Vietnam menjadi kesebelasan yang bukan hanya dominan dalam kompetisi Asia Tenggara. Kim juga berharap para pemain mampu bersaing melawan tim-tim dengan level permainan lebih tinggi sekaligus menghadapi pelatih papan atas dunia.

Target tersebut tentu membutuhkan proses panjang. Persaingan menuju Piala Dunia jauh lebih ketat karena Vietnam harus berhadapan dengan negara-negara kuat dari kawasan Asia.

Karena itu, perkembangan tim dalam turnamen internasional berikutnya akan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju sasaran tersebut.

Piala Asia 2027 Jadi Ujian Berikutnya

Agenda besar yang kini berada di depan Vietnam adalah Piala Asia 2027. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2027.

Kompetisi itu dapat menjadi tolok ukur perkembangan The Golden Stars setelah mendominasi persaingan regional. Vietnam akan mendapatkan kesempatan menghadapi lawan dengan kualitas dan karakter permainan yang lebih beragam.

Ada pula cerita khusus yang menanti Kim Sang-sik pada fase grup. Vietnam tergabung di Grup E bersama Korea Selatan.

Situasi tersebut membuat Kim berpeluang menghadapi negara asalnya sendiri dalam pertandingan kompetitif. Di satu sisi, ia memiliki hubungan kuat dengan sepak bola Korea Selatan. Di sisi lain, tanggung jawab profesionalnya adalah mempersiapkan Vietnam meraih hasil terbaik.

Pertandingan tersebut sekaligus bisa menjadi gambaran sejauh mana kemampuan Vietnam ketika menghadapi salah satu kekuatan sepak bola Asia.

Keberhasilan mempertahankan gelar Piala AFF akhirnya bukan menjadi titik akhir bagi Kim Sang-sik. Prestasi itu justru membuka target baru bagi Vietnam.

Dalam waktu dekat, perhatian mereka akan tertuju pada Piala Asia 2027. Sementara untuk jangka panjang, Kim membawa sebuah ambisi yang jauh lebih besar, yakni membangun The Golden Stars agar suatu hari mampu mencatat sejarah dengan tampil di putaran final Piala Dunia.