Lazio Vs AC Milan menjadi tantangan berikutnya bagi Ruben Amorim ketika membawa Rossoneri bertandang ke Stadio Olimpico, Sabtu (12/9/2026). Menjelang pertandingan tersebut, Amorim menyoroti kekuatan Lazio sekaligus membuka peluang Christian Pulisic untuk mendapatkan menit bermain pertamanya musim ini.
AC Milan datang dengan kesempatan memperbaiki posisi mereka di Serie A. Namun, Amorim tidak ingin para pemain memikirkan klasemen terlalu jauh. Pelatih Milan tersebut memilih mengarahkan seluruh perhatian kepada kekuatan Lazio yang memulai kompetisi dengan hasil positif.
Menurut Amorim, Lazio memiliki karakter permainan yang jelas. Kecepatan, agresivitas, serta kemampuan mengembangkan serangan menjadi beberapa aspek yang mendapat perhatian khusus darinya.
Ruben Amorim Waspadai Permainan Lazio
Amorim melihat Lazio mampu mengembangkan serangan dengan melibatkan empat pemain dalam proses awal permainan. Setelah itu, tiga gelandang membantu tim mengontrol area tengah sekaligus menghubungkan permainan menuju lini depan.
Kehadiran Davide Frattesi juga menambah kualitas skuad Lazio. Amorim menilai mantan pemain Inter Milan tersebut memberikan kemampuan tambahan ketika tim memasuki sepertiga akhir lapangan.
Selain lini tengah, kedua pemain sayap Lazio juga memiliki kemampuan bagus saat menguasai bola. Tim asal Roma tersebut turut memiliki penyerang baru yang menambah pilihan di sektor ofensif.
Performa awal Lazio semakin membuat Milan perlu meningkatkan kewaspadaan. Biancocelesti mengumpulkan tiga kemenangan dari tiga pertandingan Serie A. Sebelumnya, mereka memang menelan kekalahan di Coppa Italia. Namun, Lazio kemudian mampu membuka perjalanan liga dengan hasil sempurna.
Situasi tersebut membuat Amorim memandang laga di Stadio Olimpico sebagai ujian penting bagi timnya.
Gennaro Gattuso Jadi Contoh untuk Pemain Milan
Selain membahas kualitas permainan Lazio, Amorim memberikan perhatian khusus kepada Gennaro Gattuso. Pelatih Lazio tersebut memiliki hubungan kuat dengan sejarah AC Milan karena pernah menjadi salah satu pemain penting Rossoneri.
Bagi Amorim, karakter Gattuso ketika masih bermain dapat menjadi contoh bagi skuad Milan saat ini. Ia menilai sebuah tim tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis.
Semangat bertanding dan agresivitas juga memiliki peran besar dalam menentukan performa di lapangan. Karena itu, Amorim ingin para pemain Milan menunjukkan karakter tersebut dalam permainan mereka.
Pelatih asal Portugal itu melihat Milan membutuhkan energi dan semangat yang lebih kuat. Dalam beberapa tahun terakhir, menurutnya, aspek tersebut menjadi salah satu hal yang perlu tim tingkatkan.
Gattuso pun menjadi gambaran yang tepat mengenai karakter yang Amorim inginkan. Semasa menjadi pemain, Gattuso terkenal memiliki semangat tinggi dan tampil agresif dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Ruben Amorim memberikan instruksi kepada pemainnya dalam laga pekan pertama Liga Italia 2026-2027 Torino vs AC Milan di Stadion Olimpico Grande Torino, 23 Agustus 2026.
Christian Pulisic Berpeluang Main Lawan Lazio
Di tengah persiapan menghadapi Lazio, Amorim juga membawa kabar mengenai Christian Pulisic. Pemain Timnas Amerika Serikat tersebut belum mencatatkan menit kompetitif bersama Milan pada musim ini.
Namun, kondisi itu berpeluang berubah di Stadio Olimpico. Amorim memperkirakan Pulisic akan memperoleh kesempatan bermain melawan Lazio.
Meski demikian, sang pelatih belum menentukan apakah Pulisic akan tampil sejak menit pertama atau memulai pertandingan dari bangku cadangan. Amorim setidaknya ingin memberikan beberapa menit kepada sang pemain.
Pulisic sendiri menunjukkan rasa tidak puas karena belum mendapatkan kesempatan bermain. Menariknya, Amorim justru menyukai respons tersebut. Menurutnya, rasa kecewa karena tidak bermain menunjukkan besarnya keinginan seorang pemain untuk membantu tim.
Amorim Jelaskan Kondisi Pulisic
Amorim memiliki alasan kuat di balik keputusan belum memainkan Pulisic. Sang pemain sebelumnya mengalami cedera. Kemudian, masalah lain muncul ketika Pulisic menjalani sesi latihan pertamanya.
Kondisi tersebut mengganggu proses persiapan pramusimnya. Oleh sebab itu, Amorim memilih berhati-hati dalam menentukan waktu yang tepat untuk mengembalikan Pulisic ke pertandingan kompetitif.
Pada saat yang sama, Amorim menegaskan prinsipnya dalam memilih pemain. Ia tidak ingin mencoret pemain yang sedang tampil bagus hanya untuk memberikan tempat kepada nama lain, terlepas dari kualitas maupun reputasi pemain tersebut.
Meski begitu, Pulisic tetap memegang peran penting dalam rencana Milan. Amorim memperkirakan seluruh pemain akan memperoleh banyak kesempatan setelah jeda internasional.
Rossoneri akan memasuki periode padat selama sekitar delapan pekan dengan kemungkinan menjalani tiga pertandingan setiap pekan. Jadwal tersebut akan meningkatkan kebutuhan rotasi sekaligus membuka kesempatan bermain bagi lebih banyak anggota skuad.
Milan Punya Peluang Naik ke Puncak Serie A
Pertandingan kontra Lazio juga menawarkan peluang menarik bagi Milan. Rossoneri dapat melompat ke puncak klasemen Serie A apabila membawa pulang tiga poin dari Stadio Olimpico. Inter Milan dan AS Roma baru akan menjalani pertandingan mereka pada Senin waktu setempat.
Walaupun demikian, Amorim tidak menjadikan posisi klasemen sebagai perhatian utama pada fase awal musim.
Ia bahkan mengaku tidak terlalu memperhatikan tabel Serie A saat ini. Amorim mengetahui Lazio sudah mengoleksi sembilan poin karena sedang mempelajari lawannya secara mendalam.
Karena itu, fokus Milan tetap tertuju pada pertandingan di Stadio Olimpico. Rossoneri perlu menghadapi kecepatan dan agresivitas Lazio sekaligus menunjukkan karakter permainan yang Amorim inginkan.
Kembalinya Pulisic juga dapat memberikan tambahan pilihan bagi Milan. Namun, Amorim tetap akan menentukan komposisi tim berdasarkan kondisi pemain dan performa mereka.
Dengan Lazio yang membawa modal tiga kemenangan beruntun di Serie A, Milan menghadapi ujian serius. Pertandingan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Amorim untuk melihat seberapa jauh skuadnya mampu menunjukkan semangat, agresivitas, dan karakter yang selama ini ia tuntut.