Lionel Messi – kembali menjadi sorotan dalam gelaran Piala Dunia 2026. Kapten tim nasional Argentina tersebut berhasil membawa timnya melangkah ke babak perempat final. Setelah menaklukkan Mesir dengan skor dramatis 3-2 pada laga babak 16 besar. Pertandingan yang berlangsung di Atlanta Stadium itu menghadirkan banyak momen menarik, termasuk kegagalan Messi dalam mengeksekusi tendangan penalti yang menambah catatan unik dalam perjalanan kariernya di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Kemenangan Argentina atas Mesir tidak di raih dengan mudah. Tim berjuluk La Albiceleste sempat berada dalam posisi tertinggal dua gol sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan melalui permainan yang lebih agresif dan efektif pada sisa pertandingan. Mental juara yang di miliki para pemain Argentina menjadi salah satu faktor utama keberhasilan mereka mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Penalti Lionel Messi Gagal Berbuah Gol
Salah satu momen penting dalam pertandingan terjadi pada babak pertama ketika Argentina memperoleh hadiah penalti. Keputusan tersebut di berikan wasit setelah bek Mesir, Hassan, melakukan pelanggaran terhadap Nicolas Tagliafico di dalam kotak terlarang pada menit ke-21.
Sebelum menunjuk titik putih, wasit terlebih dahulu melakukan pemeriksaan melalui Video Assistant Referee (VAR). Dari tayangan ulang terlihat jelas bahwa Hassan menginjak kaki Tagliafico sehingga keputusan memberikan penalti dinilai tepat sesuai peraturan pertandingan.
Sebagai kapten sekaligus eksekutor utama Argentina, Lionel Messi di percaya mengambil tendangan tersebut. Namun, upaya pemain berusia 39 tahun itu tidak menghasilkan gol. Tendangan yang di arahkan ke sisi kiri gawang berhasil di baca dengan baik oleh penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir, yang melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola.
Kegagalan tersebut menjadi salah satu momen yang cukup mengejutkan mengingat Messi di kenal sebagai salah satu penendang penalti terbaik di dunia.
Rekor Kurang Menguntungkan di Piala Dunia
Meski memiliki berbagai pencapaian luar biasa sepanjang kariernya, kegagalan penalti tersebut justru menghadirkan catatan statistik yang kurang menggembirakan bagi Lionel Messi.
Berdasarkan data yang di publikasikan BBC, Messi menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang gagal mengeksekusi dua penalti secara beruntun dalam satu edisi turnamen. Catatan tersebut tentu menjadi perhatian karena sebelumnya ia juga gagal memanfaatkan kesempatan dari titik putih pada pertandingan fase grup saat Argentina menghadapi Austria.
Dalam laga tersebut, tendangan penalti Messi mengarah ke sisi kiri gawang, tetapi bola justru melenceng sehingga tidak menghasilkan gol. Menariknya, pola yang sama kembali terjadi ketika menghadapi Mesir. Kali ini arah tendangannya juga menuju sisi kiri, namun berhasil ditebak oleh kiper lawan.
Meskipun demikian, kegagalan penalti tersebut tidak menghalangi Messi untuk tetap memberikan kontribusi penting bagi timnya. Pada kedua pertandingan tersebut, ia tetap mampu mencetak gol dari situasi permainan terbuka sehingga perannya sebagai pemain kunci Argentina tetap terlihat jelas.

Lionel Messi
Persentase Penalti Messi di Piala Dunia Menjadi Sorotan
Jika melihat statistik sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia, efektivitas Lionel Messi dalam menjalankan tugas sebagai algojo penalti memang belum tergolong sempurna.
Dari total delapan kesempatan mengeksekusi penalti di ajang Piala Dunia. Messi berhasil mencetak empat gol, sementara empat kesempatan lainnya gagal di konversi menjadi gol. Dengan demikian, tingkat keberhasilannya berada di angka 50 persen.
Persentase tersebut cukup rendah jika di bandingkan dengan reputasi Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Meski demikian, statistik tersebut hanya mencerminkan performa di Piala Dunia. Dan tidak menggambarkan keseluruhan kemampuan Messi dalam mengambil penalti sepanjang karier profesionalnya di level klub maupun tim nasional.
Apakah Messi Masih Layak Menjadi Eksekutor Penalti?
Kegagalan penalti dalam dua pertandingan beruntun memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi eksekutor utama Argentina pada laga-laga berikutnya. Sebagian pengamat menilai pelatih dapat mempertimbangkan opsi lain apabila tim kembali memperoleh hadiah penalti.
Di sisi lain, banyak pula yang berpendapat bahwa pengalaman, kepemimpinan, serta mental bertanding Lionel Messi. Tetap menjadi alasan kuat untuk mempertahankannya sebagai penendang utama. Dalam dunia sepak bola, kegagalan penalti merupakan hal yang dapat di alami oleh siapa saja, termasuk pemain-pemain terbaik.
Terlepas dari catatan kurang memuaskan tersebut, Messi tetap menjadi sosok sentral dalam permainan Argentina. Kontribusinya tidak hanya di ukur dari jumlah gol, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan peluang, mengatur ritme permainan, serta memimpin rekan-rekannya di lapangan.
Dengan Argentina yang masih melanjutkan perjuangan di Piala Dunia 2026. Perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Messi akan merespons dua kegagalan penalti tersebut. Apakah ia akan kembali di percaya sebagai algojo utama atau pelatih memilih alternatif lain. Semuanya akan menjadi bagian menarik dari perjalanan Argentina dalam upaya meraih gelar juara dunia.