Pep Guardiola mengungkapkan keinginannya untuk mengambil waktu istirahat panjang setelah menjalani perjalanan karier yang menguras energi. Mantan manajer Manchester City itu bahkan belum dapat memastikan apakah dirinya akan kembali bekerja sebagai pelatih sepak bola pada masa mendatang.
Keputusan tersebut muncul setelah Guardiola menutup perjalanan panjang bersama Manchester City pada musim lalu. Ia mengakhiri masa baktinya setelah sekitar satu dekade memimpin klub asal Inggris tersebut.
Selama periode itu, Guardiola membawa Manchester City meraih berbagai prestasi bergengsi. Salah satu pencapaian terbesar hadir pada musim 2022/2023 ketika timnya memenangkan tiga trofi utama atau treble.
Selain itu, Guardiola mengantar Manchester City mengoleksi enam gelar Premier League. Berbagai keberhasilan tersebut membuat periode kerjanya di Inggris menjadi salah satu bagian terpenting dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Satu Dekade yang Menguras Energi Pep Guardiola
Manchester City menjadi klub yang paling lama ditangani Pep Guardiola sepanjang kariernya sebagai pelatih. Sebelumnya, pria asal Spanyol tersebut menjalani periode yang jauh lebih singkat bersama Barcelona dan Bayern Munich.
Guardiola menghabiskan sekitar tiga tahun ketika menangani Barcelona. Setelah itu, ia menjalani durasi serupa bersama Bayern Munich sebelum menerima tantangan dari Manchester City.
Namun, perjalanan panjang di Inggris menghadirkan tekanan berbeda. Guardiola harus menjaga Manchester City tetap kompetitif sekaligus memenuhi ekspektasi tinggi pada setiap musim.
Situasi tersebut akhirnya menguras tenaga dan mentalnya. Setelah bertahun-tahun menjalani jadwal padat, Guardiola merasa perlu memberi ruang lebih besar untuk kehidupan pribadinya.
Kehidupan personal Guardiola juga mengalami perubahan besar. Hubungannya dengan Cristina Serra berakhir setelah mereka menjalani kebersamaan selama sekitar tiga dekade. Serra telah mendampingi perjalanan Guardiola sejak masa kariernya di Barcelona.
Kini, Guardiola ingin menggunakan masa jeda untuk mengatur kembali berbagai aspek dalam kehidupannya. Sepak bola tidak lagi menjadi satu-satunya hal yang ingin ia prioritaskan setelah meninggalkan Manchester City.
Guardiola Belum Tertarik Menangani Tim Nasional
Selepas meninggalkan Manchester City, Pep Guardiola sebenarnya mempunyai kesempatan untuk mencoba tantangan berbeda. Timnas Italia sempat menawarkan peluang kepadanya untuk memasuki dunia sepak bola internasional.
Namun, Guardiola memilih tidak menerima tawaran tersebut.
Sepanjang perjalanan kepelatihannya, Guardiola memang belum pernah menangani sebuah tim nasional. Seluruh pengalaman sebagai pelatih kepala ia dapatkan bersama klub-klub besar Eropa.
Karena itu, kesempatan menangani Italia sebenarnya dapat membuka babak baru dalam kariernya. Meski demikian, Guardiola memilih mengutamakan kebutuhan untuk beristirahat.
Keputusan itu memperlihatkan bahwa Guardiola belum ingin terburu-buru menentukan pekerjaan berikutnya. Ia tidak langsung mencari klub maupun tim nasional setelah menyelesaikan perjalanan panjang bersama Manchester City.

Pep Guardiola mungkin tidak akan melatih lagi.
Pep Guardiola Sulit Pastikan Masa Depan sebagai Pelatih
Guardiola kemudian berbicara mengenai rencana masa depannya melalui dokumenter Amazon berjudul A Beautiful Obsession. Dalam kesempatan tersebut, ia mengakui belum memiliki gambaran jelas mengenai aktivitas yang akan dijalaninya.
Guardiola bahkan menyebut kemungkinan kembali menjadi pelatih terasa sulit untuk saat ini.
“Jujur, saya bahkan tidak tahu mau ngapain setelah ini. Saya betul-betul tidak tahu. Tapi yang pasti… rasanya akan sulit untuk melatih lagi,” kata Guardiola dalam dokumenter tersebut.
Pernyataan itu membuka kemungkinan bahwa masa istirahat Guardiola berlangsung cukup panjang. Bahkan, publik belum dapat menutup kemungkinan bahwa perjalanan kepelatihannya sudah mendekati akhir.
Namun, Guardiola juga belum mengumumkan pensiun secara resmi. Karena itu, peluang untuk melihatnya kembali berada di pinggir lapangan masih tetap terbuka.
Saat ini, fokus utama Guardiola bukan menentukan klub berikutnya. Ia justru ingin membangun kembali keseimbangan kehidupan setelah bertahun-tahun mencurahkan banyak waktu dan tenaga untuk sepak bola.
“Saya butuh menata ulang kehidupan saya lagi,” ujarnya.
Masa Istirahat Bisa Menentukan Langkah Berikutnya
Keputusan Pep Guardiola mengambil jeda menjadi fase penting dalam perjalanan hidupnya. Selama bertahun-tahun, ia menghadapi tuntutan besar untuk mempertahankan performa tim pada level tertinggi.
Selain pertandingan, seorang manajer harus mempersiapkan latihan, strategi, transfer pemain, serta berbagai keputusan penting sepanjang musim. Tekanan semakin besar ketika seorang pelatih menangani klub dengan target juara di berbagai kompetisi.
Guardiola menjalani kondisi tersebut dalam waktu panjang bersama Manchester City. Karena itu, keinginannya untuk menjauh sementara dari sepak bola menjadi pilihan yang dapat menentukan langkah berikutnya.
Belum ada kepastian mengenai berapa lama Guardiola akan beristirahat. Ia juga belum memberikan target waktu untuk mengambil keputusan mengenai masa depannya.
Satu hal yang sudah jelas, Guardiola tidak ingin terburu-buru kembali bekerja. Setelah menutup perjalanan penuh trofi bersama Manchester City, ia memilih memberikan lebih banyak waktu untuk dirinya sendiri.
Publik sepak bola kini harus menunggu keputusan selanjutnya. Guardiola mungkin kembali dengan tantangan baru setelah merasa siap. Namun, kemungkinan bahwa ia tidak lagi melanjutkan karier sebagai pelatih juga tetap terbuka berdasarkan pernyataannya saat ini.