Kapten Tim Nasional Korea Selatan – Son Heung-min, menghadapi sorotan besar menjelang Piala Dunia 2026. Penyerang andalan Korea Selatan itu belum menampilkan performa terbaik bersama klub barunya, Los Angeles FC (LAFC), di kompetisi Major League Soccer (MLS) musim ini.

LAFC memulai musim 2026 dengan performa yang belum konsisten. Klub asal Amerika Serikat tersebut saat ini menempati posisi kelima klasemen Grup Timur MLS setelah mengoleksi 24 poin dari 15 pertandingan. Tim mencatat tujuh kemenangan, tiga hasil imbang, dan lima kekalahan sepanjang awal musim.

Hasil tersebut cukup mengejutkan banyak pengamat sepak bola. Sebelum kompetisi di mulai, banyak pihak memasukkan LAFC sebagai salah satu kandidat kuat juara MLS 2026. Kehadiran Son Heung-min bahkan sempat meningkatkan optimisme suporter karena pengalaman dan kualitasnya di level internasional.

Namun, hingga pertengahan musim berjalan, Son belum mampu menunjukkan ketajaman seperti yang di harapkan publik. Mantan bintang Tottenham Hotspur itu belum mencetak satu gol pun dalam 13 pertandingan MLS musim ini.

Son Tetap Berkontribusi Lewat Assist dan Kreativitas Permainan

Walaupun belum mencetak gol di MLS, Son tetap memberikan kontribusi penting untuk timnya. Pemain asal Korea Selatan tersebut berhasil mencatat sembilan assist dan beberapa kali menjadi motor serangan utama LAFC.

Kemampuan Son dalam membuka ruang, mengatur tempo permainan, dan menciptakan peluang masih menjadi kekuatan utama yang membantu tim. Performa Son bahkan terlihat lebih baik saat tampil di Concacaf Champions Cup.

Dalam ajang tersebut, Son berhasil mencetak dua gol dan menyumbang tujuh assist. Statistik itu menunjukkan bahwa kualitas permainan Son sebenarnya masih berada pada level kompetitif meskipun produktivitas golnya menurun di kompetisi domestik.

Padahal, pada paruh kedua musim 2025, Son tampil cukup impresif bersama LAFC. Ia berhasil mencetak 12 gol dan empat assist dalam periode tersebut. Catatan itu sempat membuat banyak pihak yakin Son masih mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Amerika Serikat.

Son Heung

Son Heung-Min dari Los Angeles FC menyapa para penggemar pada laga MLS antara Chicago Fire FC dan Los Angeles Football Club di Stadion SeatGeek pada 9 Agustus 2025 di Bridgeview, Illinois.

Faktor Usia Mulai Jadi Perhatian Menjelang Piala Dunia 2026

Penurunan produktivitas Son musim ini memunculkan berbagai spekulasi terkait faktor usia. Saat ini, Son Heung-min mendekati usia 34 tahun, usia yang dianggap cukup krusial bagi seorang pemain depan yang mengandalkan kecepatan dan mobilitas tinggi.

Banyak pengamat mulai mempertanyakan apakah Son masih mampu tampil maksimal di Piala Dunia 2026. Korea Selatan sendiri membutuhkan pengalaman, kepemimpinan, dan kualitas Son untuk menghadapi persaingan berat di fase grup.

Sebagai kapten tim, Son memegang peran penting dalam menjaga mental dan stabilitas permainan Korea Selatan. Pengalaman tampil di berbagai turnamen internasional membuat dirinya tetap menjadi sosok sentral di skuad Taegeuk Warriors.

Meski mendapatkan banyak sorotan soal performa, Son mengaku belum merasa khawatir dengan kondisi fisiknya saat ini. Ia menilai dirinya masih berada dalam kondisi prima dan siap menghadapi tantangan besar di Piala Dunia mendatang.

“Saya hanya khawatir jika bermain buruk. Saat ini saya merasa kondisi fisik saya sangat baik,” ujar Son dalam wawancara bersama AFC.

Pernyataan tersebut menunjukkan kepercayaan diri Son masih cukup tinggi meskipun performanya di MLS belum maksimal.

Son Heung-min Tetap Optimistis Bersama Timnas Korea Selatan

Menjelang Piala Dunia 2026, Son tetap memasang target tinggi bersama Korea Selatan. Ia berharap timnya mampu melangkah lebih jauh dibanding pencapaian pada edisi sebelumnya di Qatar.

Pada Piala Dunia 2022, Korea Selatan berhasil mencapai babak 16 besar sebelum akhirnya tersingkir setelah kalah dari Brasil dengan skor 1-4. Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Son ingin membawa negaranya tampil lebih kompetitif dan memberikan kejutan di turnamen dunia mendatang. Dengan pengalaman yang di miliki, Son tetap menjadi figur penting dalam skuad Korea Selatan meskipun usianya tidak lagi muda.

Pelatih Korea Selatan juga masih menaruh kepercayaan besar kepada Son sebagai pemimpin di lapangan maupun di ruang ganti tim.

Adrian Wibowo Masih Berjuang Menembus Tim Senior LAFC

Di sisi lain, pemain keturunan Indonesia, Adrian Wibowo, juga menjadi perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Namun hingga musim ini, Adrian belum mendapatkan kesempatan bermain secara reguler di tim utama LAFC.

Pemain muda tersebut lebih sering tampil bersama tim cadangan LAFC di kompetisi MLS Next Pro. Meski begitu, Adrian terus berusaha meningkatkan kualitas permainan demi mendapat peluang tampil di level senior.

Keberadaan Adrian di lingkungan klub sebesar LAFC tetap memberikan pengalaman penting bagi perkembangan kariernya. Banyak pengamat menilai pemain muda itu masih memiliki peluang berkembang jika mampu menjaga konsistensi permainan dan meningkatkan performanya.

Dengan persaingan ketat di skuad utama LAFC, Adrian membutuhkan waktu dan pengalaman lebih banyak untuk membuktikan kemampuannya di level profesional.