Jean-Paul Van Gastel mengawali musim keduanya bersama PSIM Yogyakarta dengan pendekatan yang lebih terukur. Pelatih asal Belanda tersebut tidak ingin membebani tim dengan sasaran yang terlalu tinggi pada awal kompetisi Super League 2026/2027. Sebaliknya, ia memilih membangun fondasi yang kuat agar Laskar Mataram mampu bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia sebelum mengejar hasil yang lebih baik. Strategi itu di anggap paling sesuai mengingat kualitas persaingan antarklub di perkirakan meningkat signifikan pada musim baru.
Van Gastel menilai setiap tim kini memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bersaing karena banyak klub melakukan pembenahan sejak bursa transfer di buka. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pemain menjaga fokus sejak pertandingan pertama dan tidak terlena oleh hasil yang pernah di raih pada musim sebelumnya.
PSIM Menyusun Target Secara Bertahap
Alih-alih berbicara mengenai posisi papan atas, Van Gastel lebih memilih menetapkan sasaran yang realistis. Baginya, menjaga PSIM tetap berada di Super League menjadi langkah pertama yang wajib dicapai. Setelah target tersebut mulai terlihat aman, barulah tim dapat mengarahkan perhatian untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Pendekatan bertahap itu bukan tanpa alasan. Van Gastel melihat kompetisi musim ini akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih besar di banding edisi sebelumnya. Hampir seluruh peserta liga melakukan peningkatan kualitas, baik melalui perekrutan pemain maupun penyempurnaan komposisi tim.
Menurutnya, keberhasilan sebuah klub tidak hanya di tentukan oleh kualitas individu pemain. Konsistensi dalam mengumpulkan poin sejak awal musim justru menjadi faktor yang paling menentukan perjalanan sebuah tim hingga akhir kompetisi.
Musim lalu, PSIM menutup kompetisi dengan menempati posisi ke-11 klasemen akhir. Laskar Mataram mengoleksi 45 poin dari 34 pertandingan, hasil dari 11 kemenangan, 12 kali bermain imbang, serta 11 kekalahan. Catatan tersebut menjadi dasar evaluasi bagi tim pelatih untuk menyusun strategi menghadapi musim baru.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel saat memberikan instruksi di pinggir lapangan ketika melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025).
Persaingan Liga Dinilai Semakin Kompetitif
Jean-Paul van Gastel memprediksi Super League 2026/2027 akan menghadirkan persaingan yang lebih merata. Ia menilai tidak banyak lagi tim yang benar-benar mudah di kalahkan karena setiap peserta memiliki peluang memperkuat skuadnya.
Salah satu faktor yang menarik perhatian pelatih berusia 54 tahun itu adalah kehadiran klub-klub promosi yang datang dengan dukungan finansial cukup besar. Kondisi tersebut memungkinkan mereka mendatangkan pemain berkualitas sehingga mampu langsung bersaing di level tertinggi.
PSS Sleman, Garudayaksa FC, dan Adhyaksa FC menjadi contoh klub yang di nilai memiliki modal kuat untuk membangun tim yang kompetitif. Kehadiran mereka di perkirakan membuat perebutan poin semakin sulit bagi seluruh peserta liga.
Melihat situasi tersebut, Van Gastel mengingatkan para pemain agar tidak terburu-buru memikirkan target tinggi. Ia ingin tim berkonsentrasi menghadapi setiap pertandingan satu per satu. Dengan cara itu, PSIM di harapkan mampu mengumpulkan poin secara konsisten dan menjauh dari ancaman degradasi.
Pendekatan tersebut juga memberikan ruang bagi tim untuk berkembang secara alami sepanjang musim. Apabila performa terus meningkat, peluang memperbaiki posisi klasemen akan terbuka tanpa harus memberikan tekanan berlebihan kepada para pemain.
Persiapan PSIM Terus Berjalan
Menjelang di mulainya Super League 2026/2027 pada 4 September 2026, PSIM terus memaksimalkan program pramusim. Tim pelatih memanfaatkan setiap sesi latihan untuk meningkatkan kondisi fisik, memperkuat kerja sama antarpemain, serta menyempurnakan pola permainan.
Manajemen klub tetap mempertahankan sebagian besar pemain yang menjadi tulang punggung musim lalu. Langkah tersebut di ambil agar proses adaptasi tidak berlangsung terlalu lama sehingga tim bisa langsung fokus pada peningkatan performa.
Selain mempertahankan kerangka utama, PSIM juga menambah kekuatan melalui kedatangan Ahmad Agung, Alwi Fadhillah, dan Adrian Purzycki. Ketiga pemain itu di harapkan mampu menghadirkan variasi permainan sekaligus meningkatkan kualitas skuad di beberapa sektor.
Latihan perdana telah berlangsung di Stadion Mandala Krida sejak 20 Juli 2026. Jean-Paul van Gastel memimpin langsung seluruh agenda latihan bersama jajaran pelatih yang di perkuat sejumlah wajah baru. Mereka menyusun program yang menitikberatkan pada peningkatan kebugaran, organisasi permainan, dan penyamaan visi taktik.
Selama masa persiapan, Van Gastel terus menanamkan pentingnya disiplin, kerja keras, dan kekompakan kepada seluruh pemain. Ia ingin setiap anggota tim memahami bahwa keberhasilan tidak hanya di tentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kerja sama di atas lapangan.
PSIM kini memasuki fase penting sebelum kompetisi resmi di mulai. Dengan persiapan yang lebih matang, skuad Laskar Mataram berharap mampu menghadapi kerasnya persaingan Super League 2026/2027. Fokus utama tetap mengamankan tempat di kasta tertinggi, sementara peningkatan prestasi akan mengikuti apabila tim mampu menjaga konsistensi sepanjang musim.