AC Milan Vs Inter Milan menjadi laga persahabatan yang menarik perhatian saat kedua klub raksasa Italia bertemu dalam Derby della Madonnina di Stadion Optus, Perth, Australia, Rabu (5/8/2026). Pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah Federico Dimarco membawa Inter Milan unggul dan Christopher Nkunku menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti.
Laga ini tidak hanya menghadirkan persaingan dua klub besar Kota Milan, tetapi juga menjadi momen penghormatan bagi legenda AC Milan dan sepak bola Italia, Franco Baresi. Sebelum pertandingan di mulai, seluruh pemain, staf, serta penonton memberikan penghormatan khusus kepada mantan kapten Rossoneri tersebut.
Franco Baresi meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026). Sosoknya di kenal sebagai salah satu bek terbaik dalam sejarah AC Milan dan Timnas Italia. Menariknya, Baresi juga memiliki hubungan keluarga dengan legenda Inter Milan, Giuseppe Baresi yang merupakan saudara kandungnya.
Tulisan “6 per sempre capitano” atau “6 kapten selamanya” terpampang di layar besar Stadion Optus ketika kedua tim melakukan momen mengheningkan cipta. Angka enam menjadi simbol penting karena Baresi selalu identik dengan nomor tersebut selama membela AC Milan.
Penghormatan untuk Franco Baresi Warnai Derby Milan
Nomor enam AC Milan memiliki sejarah panjang bersama Franco Baresi. Klub tersebut memutuskan untuk memensiunkan nomor tersebut sejak 1997 sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi besar sang legenda.
Ketika pertandingan berjalan enam menit, para pendukung yang hadir di Stadion Optus kembali memberikan tepuk tangan berdiri untuk mengenang Baresi. Suasana penuh penghormatan tersebut menjadi bagian penting dalam pertandingan yang mempertemukan dua rival abadi Italia.
Setelah peluit awal berbunyi, AC Milan tampil lebih agresif pada babak pertama. Tim asuhan Ruben Amorim mencoba mengambil kendali permainan melalui tekanan tinggi dan pergerakan cepat dari lini tengah.
Peluang terbaik Milan muncul pada menit ke-18. Yunus Musah mendapatkan kesempatan mencetak gol setelah menerima umpan Ruben Loftus-Cheek. Namun, tendangan Musah hanya membentur mistar gawang sehingga Milan gagal membuka keunggulan.
AC Milan kembali menciptakan peluang melalui Youssouf Fofana. Akan tetapi, Josep Martinez masih mampu mengamankan bola dengan mudah. Sepanjang 45 menit pertama, Rossoneri terlihat lebih aktif dalam menciptakan peluang di bandingkan Inter Milan.
Di sisi lain, Inter Milan yang membawa skuat asuhan Cristian Chivu kesulitan menemukan ruang di lini pertahanan Milan. Nerazzurri baru mencatatkan tembakan tepat sasaran menjelang akhir babak pertama melalui Francesco Pio Esposito.

Christopher Nkunku merayakan gol dalam laga persahabatan AC Milan vs Inter Milan di Stadion Optus, Perth, Australia, Rabu (5/8/2026).
Federico Dimarco Buka Keunggulan Inter Milan
Memasuki babak kedua, Inter Milan tampil lebih agresif. Perubahan permainan tersebut langsung memberikan hasil positif bagi Nerazzurri.
Tujuh menit setelah babak kedua di mulai, Federico Dimarco berhasil mencetak gol pembuka pada menit ke-52. Pemain asal Italia itu memanfaatkan umpan tarik Nicolo Barella dari sisi kanan serangan dan mengarahkan bola masuk ke gawang AC Milan.
Gol tersebut membuat Inter Milan semakin percaya diri. Mereka terus menekan pertahanan Milan dan mencoba memperbesar keunggulan.
Henrikh Mkhitaryan hampir mencetak gol tambahan melalui sebuah tembakan berbahaya. Namun, bola masih melebar dari sasaran. Inter kembali mendapatkan peluang melalui pemain pengganti Matteo Lavelli, tetapi Lorenzo Torriani berhasil melakukan penyelamatan.
Meski tertinggal, AC Milan tidak menyerah. Mereka terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Penalti Christopher Nkunku Selamatkan AC Milan
Drama terjadi pada menit ke-84 ketika AC Milan mendapatkan hadiah penalti. Christopher Nkunku terjatuh setelah mengalami kontak dengan Carlos Augusto di dalam kotak penalti.
Nkunku kemudian mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Penyerang asal Prancis tersebut berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan mengirim bola ke gawang Inter Milan.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1. Kedua tim kemudian berusaha mencari gol kemenangan, tetapi tidak ada tambahan gol hingga wasit meniup peluit panjang.
Hasil imbang ini membuat Derby della Madonnina di Australia berakhir tanpa pemenang. AC Milan menunjukkan permainan agresif sejak awal, sedangkan Inter Milan mampu meningkatkan intensitas setelah jeda pertandingan.
Susunan Pemain AC Milan vs Inter Milan
AC Milan (3-4-2-1):
Torriani; Tomori (Terracciano 63’), Gabbia (De Winter 63’), Pavlovic (Valdimirov 63’); Chukwueze (Saelemaekers 63’), Fofana (Jashari 63’), Musah (Modric 63’), Bartesaghi (Estupinan 63’); Loftus-Cheek (Leao 63’), Cisse (Nkunku 46’); Camarda (Ramos 63’).
Pelatih: Ruben Amorim.
Inter Milan (3-5-2):
Martinez (Provedel 71’); Pavard (Bovio 76’), Bisseck (Mosconi 90+5’), Bastoni (Carlos Augusto 71’); Diouf (Luis Henrique 71’), Barella (Frattesi 71’), Stankovic (Mkhitaryan 46’), Zielinski (Calhanoglu), Dimarco (Maye 80’); Esposito (Bonny 71’), Iddrissou (Lavelli 46’).
Pelatih: Cristian Chivu.