Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina setelah menjalani perjalanan panjang bersama La Albiceleste selama lebih dari dua dekade. Keputusan sang megabintang mengakhiri salah satu periode paling bersejarah dalam sepak bola internasional sekaligus memunculkan reaksi dari berbagai tokoh dunia. Jose Mourinho menjadi salah satu sosok yang mengaku akan kehilangan kesempatan menyaksikan Messi mengenakan seragam Argentina.

Messi mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri karier internasional pada Senin, 31 Agustus 2026. Pemain berusia 39 tahun tersebut terakhir kali membela Argentina pada Piala Dunia 2026.

Keputusan itu sekaligus menutup perjalanan Messi bersama tim senior Argentina yang bermula pada 2005. Selama lebih dari 20 tahun, ia melewati berbagai periode, mulai dari kegagalan di sejumlah turnamen besar hingga akhirnya membawa negaranya meraih berbagai gelar bergengsi.

Mourinho menilai sepak bola akan kehilangan salah satu pemain yang memiliki kualitas luar biasa ketika Messi benar-benar berhenti bermain. Meski sang pemain sudah meninggalkan panggung internasional, Mourinho masih berharap bisa menikmati aksi Messi selama ia melanjutkan karier di Major League Soccer (MLS).

Mourinho Mengenang Kualitas Lionel Messi

Jose Mourinho memiliki pengalaman langsung menghadapi kemampuan Messi di lapangan. Pelatih asal Portugal tersebut beberapa kali berhadapan dengan sang bintang ketika memimpin Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013.

Pada masa itu, Messi menjadi salah satu pemain utama Barcelona. Persaingan Real Madrid dan Barcelona dalam laga El Clasico juga berlangsung sangat ketat. Kondisi tersebut membuat Mourinho memahami secara langsung seberapa besar pengaruh Messi dalam sebuah pertandingan.

Menurut Mourinho, sulit menemukan kata-kata yang mampu menggambarkan kualitas Messi sebagai pesepak bola. Ia juga menyoroti kemampuan mantan pemain Barcelona tersebut mempertahankan level permainan hingga usia 39 tahun, termasuk ketika tampil pada Piala Dunia 2026.

Mourinho memandang Messi sebagai salah satu pemain yang akan meninggalkan kekosongan besar ketika benar-benar mengakhiri karier profesional. Karena itu, ia ingin memanfaatkan kesempatan yang tersisa untuk menyaksikan permainan sang megabintang di Amerika Serikat.

Pelatih asal Portugal tersebut belum mengetahui berapa lama Messi akan melanjutkan kariernya di MLS. Namun, selama Messi masih bermain, Mourinho menilai penggemar sepak bola mempunyai kesempatan untuk menikmati tahun-tahun terakhir salah satu pemain terbesar dalam generasinya.

Perjalanan Panjang Messi Bersama Argentina

Lionel Messi memulai perjalanan bersama tim senior Argentina pada 2005. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi figur penting bagi La Albiceleste dan menjalani berbagai turnamen besar bersama negaranya.

Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Messi sempat menghadapi tekanan besar karena Argentina beberapa kali gagal meraih gelar meskipun berhasil melangkah jauh dalam turnamen internasional.

Namun, berbagai kegagalan tersebut tidak menghentikan perjuangannya. Messi akhirnya menikmati periode sukses dan mengoleksi empat trofi bersama Argentina sepanjang karier internasionalnya.

Piala Dunia 2022 menjadi pencapaian terbesar dalam perjalanan Messi bersama negaranya. Argentina berhasil meraih gelar juara dunia dan Messi akhirnya melengkapi koleksi prestasinya dengan salah satu trofi paling bergengsi dalam sepak bola.

Keberhasilan tersebut juga memperkuat posisinya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah Timnas Argentina. Setelah itu, ia tetap melanjutkan perjalanan internasional sampai Piala Dunia 2026 sebelum akhirnya memilih pensiun pada usia 39 tahun.

Lionel Messi pensiun

Lionel Messi.

Mourinho Sebut Generasinya Akan Kehilangan Messi

Bagi Mourinho, keputusan Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina bukan sekadar berakhirnya perjalanan seorang pemain bersama negaranya. Ia melihat momen tersebut sebagai tanda bahwa sepak bola mulai kehilangan salah satu ikon utama yang menghiasi pertandingan selama sekitar dua dekade terakhir.

Mourinho menilai generasi penggemar sepak bola saat ini memahami betul pengaruh Messi terhadap olahraga tersebut. Dalam pandangannya, hanya sedikit pemain yang mampu mempertahankan pengaruh sebesar itu dalam waktu yang sangat panjang.

Pengalaman Mourinho menghadapi Messi juga membuat komentarnya memiliki konteks tersendiri. Ketika menangani Real Madrid, ia harus menyusun strategi untuk menghadapi Barcelona yang mengandalkan Messi sebagai salah satu sumber ancaman utama.

Pertemuan keduanya dalam rivalitas El Clasico ikut mewarnai salah satu periode paling menarik dalam sejarah persaingan Real Madrid dan Barcelona. Mourinho berada di sisi Madrid, sedangkan Messi menjadi figur sentral di kubu Barcelona.

Kini, keduanya telah memasuki fase berbeda dalam perjalanan sepak bola masing-masing. Mourinho masih menjalani karier sebagai pelatih, sementara Messi mulai mendekati penghujung perjalanan sebagai pemain profesional.

MLS Jadi Kesempatan Menikmati Tahun Terakhir Messi

Walaupun Messi sudah menutup perjalanan bersama Argentina, penggemar masih dapat menyaksikan aksinya di level klub. Mourinho bahkan secara khusus menyinggung MLS sebagai tempat untuk menikmati penampilan sang pemain selama karier profesionalnya masih berlanjut.

Ia tidak dapat memastikan apakah Messi hanya akan bermain satu musim lagi atau memilih bertahan selama beberapa musim. Namun, Mourinho menganggap setiap kesempatan menyaksikan Messi bermain kini semakin berharga.

Pensiunnya Messi dari Timnas Argentina sekaligus menandai berakhirnya sebuah era panjang bagi La Albiceleste. Selama lebih dari dua dekade, Messi tumbuh dari pemain muda berbakat menjadi pemimpin sekaligus salah satu simbol terbesar sepak bola Argentina.

Bagi Mourinho, jejak tersebut membuat kepergian Messi dari panggung internasional terasa berbeda. Kualitas, konsistensi, dan pengaruhnya selama bertahun-tahun membuat sosoknya sulit tergantikan begitu saja.

Kini perhatian pencinta sepak bola akan tertuju pada sisa perjalanan Messi di level klub. Selama sang megabintang masih berada di lapangan, Mourinho ingin terus menikmati penampilannya sebelum sepak bola akhirnya benar-benar harus mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu pemain paling berpengaruh dalam dua dekade terakhir.