Persija Menang Atas Brisbane Roar dengan skor 4-0 dalam pertandingan uji coba internasional yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (29/8/2026). Hasil tersebut memberi Macan Kemayoran bekal positif dalam mematangkan tim sebelum mengarungi Super League 2026-2027.
Laga ini sekaligus menjadi panggung bagi Alexander Jeremejeff. Penyerang asal Swedia tersebut memperlihatkan kualitas penyelesaian akhir melalui dua gol dengan karakter berbeda. Ia mencetak gol pertamanya dari penalti, kemudian menambah koleksinya melalui aksi akrobatik pada paruh kedua.
Kerim Memija ikut menyumbangkan satu gol untuk Persija. Sementara itu, kesalahan pemain Brisbane Roar pada penghujung laga membuat tim asal Australia tersebut mencetak gol ke gawang sendiri.
Selain menghasilkan empat gol, pertandingan tersebut memberikan kesempatan kepada pelatih Shin Tae-yong untuk melihat perkembangan skuadnya. Persija mampu memainkan sepak bola menyerang sekaligus menjaga pertahanan hingga lawan gagal mencetak gol.
Jeremejeff Langsung Tebar Ancaman
Persija memperlihatkan keberanian menyerang sejak menit awal. Alexander Jeremejeff bahkan sudah mendapatkan kesempatan ketika laga belum berjalan satu menit.
Jeremejeff mencoba menaklukkan pertahanan Brisbane Roar melalui sebuah tembakan. Bek lawan memberikan tekanan, tetapi ia tetap mampu mengarahkan bola menuju gawang. Upayanya belum membuahkan hasil karena bola melewati bagian atas mistar.
Brisbane Roar tidak membiarkan Persija menguasai pertandingan dengan mudah. Klub asuhan Michael Valkanis mencoba memberikan tekanan melalui Milorad Stajic dan Virgiliu Postolachi.
Pada menit ketiga, Stajic melepaskan tendangan setelah timnya membangun serangan dari lemparan ke dalam. Bola kemudian mengenai pemain Persija. Postolachi memanfaatkan bola tersebut untuk melepaskan tembakan mendatar, tetapi sepakannya tidak mengarah ke gawang.
Pertandingan selanjutnya berjalan dengan kedua tim mencoba menemukan ritme. Persija kemudian memperoleh momentum penting sekitar menit ke-13.
Ilham Rio Fahmi hampir membuka keunggulan setelah sepakannya menghantam mistar. Persija tidak menghentikan serangan meskipun peluang itu gagal menghasilkan gol.
Macan Kemayoran kembali membawa bola menuju kotak penalti. Tekanan tersebut membuat pertahanan Brisbane Roar melakukan pelanggaran terhadap Jeremejeff.
Penalti Ubah Jalannya Pertandingan
Wasit memberikan kesempatan kepada Persija melalui tendangan penalti. Jeremejeff maju sebagai eksekutor dan berhasil mengatasi Dean Bouzanis pada menit ke-15.
Gol itu menjadi pembeda hingga mendekati akhir babak pertama.
Brisbane Roar sebenarnya berusaha mencari jalan untuk menyamakan kedudukan. Salah satu pola yang beberapa kali mereka gunakan berasal dari lemparan ke dalam.
Peluang berbahaya muncul pada menit ke-37 ketika pemain Brisbane Roar mengarahkan sundulan menuju gawang Persija. Nadeo Argawinata mampu mengantisipasi ancaman tersebut dan menjaga keunggulan timnya.
Persija hampir memasuki ruang ganti dengan keunggulan dua gol. Arlyansyah Abdulmanan mendapatkan ruang untuk mengirim tendangan melengkung pada tambahan waktu.
Namun, bola menghantam mistar. Persija pun menyelesaikan 45 menit pertama dengan keunggulan tipis 1-0.

Momen selebrasi gol dalam laga uji coba internasional Persija Jakarta vs Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), 29 Agustus 2026.
Kerim Memija Perlebar Jarak
Permainan Persija semakin efektif setelah memasuki babak kedua. Macan Kemayoran hanya membutuhkan empat menit untuk mendapatkan gol berikutnya.
Fabio Calonego melihat pergerakan Kerim Memija dan mengirimkan bola panjang ke arahnya. Memija kemudian memanfaatkan posisi Dean Bouzanis yang sudah bergerak meninggalkan gawang.
Alih-alih menggunakan tembakan keras, Memija memilih mengangkat bola melewati penjaga gawang. Keputusan tersebut berbuah gol dan mengubah kedudukan menjadi 2-0 pada menit ke-49.
Persija tidak memilih bermain bertahan setelah mendapatkan keunggulan tersebut. Para pemain terus memberikan tekanan dan mencoba memanfaatkan ruang di pertahanan Brisbane Roar.
Pendekatan itu kembali menghasilkan gol pada menit ke-57.
Aksi Akrobatik Lengkapi Dua Gol Jeremejeff
Gol ketiga Persija menjadi salah satu momen menarik dalam pertandingan. Pratama Arhan mengirim lemparan ke dalam menuju area permainan Brisbane Roar.
Bola sempat bersentuhan dengan pemain lawan. Jeremejeff kemudian memenangkan penguasaan bola dan segera mengambil kesempatan untuk melakukan penyelesaian.
Penyerang berusia 32 tahun itu melepaskan tendangan akrobatik yang mengarah ke sudut kanan gawang. Bouzanis tidak mampu menghentikannya sehingga Persija semakin nyaman dengan keunggulan 3-0.
Dua gol Jeremejeff memperlihatkan variasi kemampuan sang striker dalam menyelesaikan peluang. Gol pertama lahir dari ketenangannya sebagai eksekutor penalti, sedangkan gol berikutnya muncul melalui improvisasi di dalam area pertahanan lawan.
Setelah gol tersebut, Persija masih memburu tambahan angka.
Rayhan Hannan memperoleh kesempatan pada menit ke-62. Ia membawa bola masuk menuju kotak penalti, tetapi penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.
Brisbane Roar Gagal Manfaatkan Peluang
Ketertinggalan tiga gol tidak menghentikan Brisbane Roar untuk mencoba menyerang. Mereka beberapa kali membawa permainan ke wilayah pertahanan Persija.
Namun, tim asal Australia tersebut kesulitan menghasilkan penyelesaian yang mampu mengubah skor. Pertahanan Persija dapat meredam sejumlah serangan yang datang, sementara penjaga gawang Macan Kemayoran juga mampu menjaga areanya.
Shin Tae-yong turut melakukan pergantian pemain sepanjang paruh kedua. Beberapa nama seperti Pratama Arhan, Rayhan Hannan, Kyohei Yoshino, Victor Dethan, Jordi Amat, dan Fajar Fathurrahman memperoleh kesempatan bermain.
Persija akhirnya memperoleh gol tambahan ketika pertandingan memasuki injury time. Pemain Brisbane Roar melakukan kesalahan yang berujung gol bunuh diri.
Tambahan tersebut membuat Macan Kemayoran mengakhiri pertandingan dengan keunggulan empat gol tanpa balas.
Kemenangan Jadi Bekal Menuju Super League 2026-2027
Skor 4-0 memberi Persija hasil yang meyakinkan dalam rangkaian persiapan menghadapi kompetisi resmi. Macan Kemayoran bukan hanya memperlihatkan produktivitas dengan empat gol, tetapi juga mampu mengakhiri laga tanpa kebobolan.
Jeremejeff menjadi figur yang paling menonjol berkat kontribusi dua golnya. Kerim Memija juga memberikan dampak melalui gol pada awal babak kedua.
Bagi Shin Tae-yong, pertandingan menghadapi Brisbane Roar turut memberikan gambaran mengenai kesiapan para pemainnya. Persija sekarang memiliki modal untuk melanjutkan proses pembenahan sebelum memasuki persaingan Super League 2026-2027.
Daftar Pemain Persija dan Brisbane Roar
Persija memulai pertandingan dengan Nadeo Argawinata sebagai penjaga gawang. Lini lainnya berisi Denis Kolinger, Rizky Ridho, Radovan Pankov, Kerim Memija, Ilham Rio Fahmi, Stjepan Loncar, Fabio Calonego, Witan Sulaeman, Arlyansyah Abdulmanan, dan Alexander Jeremejeff.
Shin Tae-yong kemudian memberikan menit bermain kepada Aqil Savik, Pratama Arhan, Rayhan Hannan, Kyohei Yoshino, Victor Dethan, Jordi Amat, serta Fajar Fathurrahman.
Sementara itu, Michael Valkanis menurunkan Dean Bouzanis, Jacob Nasso, Thomas Aldred, Tate Russell, Hosine Bility, Noah Maieroni, Taehe Nam, Marko Ilic, Milorad Stajic, Virgiliu Postolachi, dan Sebit James Ngor sebagai susunan awal Brisbane Roar.
Nathan Amanatidis, Nyang Deng, serta Justin Vidic kemudian mendapat kesempatan tampil sebagai pemain pengganti.