Pierre-Emile Hojbjerg – kehilangan ban kapten Marseille setelah gelandang asal Denmark tersebut di kabarkan menolak kesempatan bergabung dengan Newcastle United. Situasi itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai hubungan sang pemain dengan jajaran manajemen klub asal Prancis tersebut.

Newcastle sebelumnya memasukkan Hojbjerg dalam daftar pemain yang mereka incar pada bursa transfer. Klub berjuluk The Magpies membutuhkan tambahan tenaga berpengalaman untuk memperkuat lini tengah setelah Bruno Guimaraes hengkang menuju Arsenal.

Pengalaman Hojbjerg di nilai bisa memberikan keseimbangan bagi lini tengah Newcastle. Pemain asal Denmark itu juga bukan sosok asing dengan sepak bola Inggris. Sebelumnya, ia pernah memperkuat Southampton dan Tottenham Hotspur sebelum melanjutkan karier bersama Marseille.

Pierre-Emile Hojbjerg Tolak Transfer ke Newcastle

Newcastle menunjukkan keseriusan untuk mendapatkan tanda tangan Hojbjerg. Bahkan, Marseille dan klub Premier League tersebut kabarnya telah menemukan titik temu mengenai nilai transfer sang gelandang.

Kesepakatan antara kedua klub disebut mencapai angka sekitar 15 juta poundsterling. Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, proses kepindahan hanya membutuhkan persetujuan dari pemain.

Namun, Hojbjerg memilih jalan berbeda. Pemain berpengalaman tersebut di kabarkan menolak kesempatan kembali bermain di Premier League bersama Newcastle.

Keputusan itu kemudian menimbulkan kekecewaan di lingkungan Marseille. Klub sebenarnya memiliki kepentingan finansial untuk melepas beberapa pemain pada bursa transfer.

Penjualan Hojbjerg berpotensi memberikan tambahan dana bagi Marseille. Selain itu, kepergiannya juga bisa membantu klub mengurangi pengeluaran untuk gaji pemain.

Karena itu, keputusan Hojbjerg bertahan di sebut tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun manajemen.

Ban Kapten Marseille Beralih ke Timothy Weah

Perubahan status Hojbjerg mulai menjadi perhatian ketika Marseille menjalani pertandingan uji coba melawan Atletico Madrid pada Jumat, 14 Agustus.

Hojbjerg tetap mendapatkan kesempatan bermain selama 90 menit. Meski demikian, terdapat satu perubahan penting dalam pertandingan tersebut. Ia tidak lagi memimpin rekan-rekannya dengan mengenakan ban kapten.

Marseille memberikan tanggung jawab tersebut kepada Timothy Weah. Pergantian kapten itu kemudian di kaitkan dengan keputusan Hojbjerg yang menolak transfer menuju Newcastle.

Laporan media Prancis menyebut manajemen Marseille ikut berperan dalam keputusan mencopot ban kapten Hojbjerg. Pemilik klub, Frank McCourt, juga disebut mendukung langkah tersebut.

Manajemen kabarnya ingin menunjukkan bahwa setiap pemain harus menempatkan kepentingan klub sebagai prioritas. Situasi transfer Hojbjerg pun membuat statusnya sebagai salah satu pemimpin tim mulai di pertanyakan.

Meski demikian, Hojbjerg masih menjadi bagian dari skuad Marseille. Kesempatan bermain penuh dalam laga uji coba juga menunjukkan bahwa perannya di atas lapangan belum sepenuhnya hilang.

Pierre-Emile Hojbjerg kehilangan ban kapten Marseille setelah menolak pindah ke Newcastle United.

Pierre Emile Hojbjerg.

Bruno Genesio Berbeda Sikap dengan Manajemen

Menariknya, keputusan mengenai ban kapten tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan keinginan tim pelatih. Bruno Genesio mengindikasikan bahwa dirinya bukan sosok yang mengambil keputusan untuk mencopot Hojbjerg dari jabatan kapten.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara pelatih dan jajaran manajemen mengenai cara menangani situasi sang gelandang.

Genesio masih memberikan kesempatan kepada Hojbjerg untuk bermain. Sementara itu, manajemen mengambil langkah tegas dengan mengalihkan ban kapten kepada pemain lain.

Kondisi tersebut membuat perkembangan masa depan Hojbjerg semakin menarik untuk di perhatikan. Apalagi, bursa transfer masih dapat menghadirkan perubahan dalam komposisi skuad Marseille.

AC Milan Muncul sebagai Peminat Hojbjerg

Setelah menolak Newcastle, Hojbjerg belum tentu bertahan bersama Marseille dalam jangka panjang. Sejumlah klub lain kabarnya masih memantau situasi pemain asal Denmark tersebut.

AC Milan menjadi salah satu klub yang di kaitkan dengan Hojbjerg. Klub Italia tersebut tengah mempertimbangkan sejumlah perubahan dalam komposisi skuad mereka.

Milan berpotensi membutuhkan tambahan gelandang apabila Youssouf Fofana meninggalkan San Siro. Kondisi itu dapat membuka peluang bagi Hojbjerg untuk melanjutkan karier di Serie A.

Fofana sendiri kabarnya termasuk dalam daftar pemain yang berpeluang meninggalkan Milan. Selain sang gelandang, Fikayo Tomori dan Christopher Nkunku juga di kaitkan dengan kemungkinan hengkang.

Situasi tersebut membuat masa depan Hojbjerg belum menemui kepastian. Newcastle mungkin tidak lagi menjadi tujuan setelah ia menolak tawaran sebelumnya. Namun, ketertarikan dari klub lain masih dapat membuka jalan keluar dari Marseille.

Untuk sementara, Hojbjerg tetap menjadi bagian dari skuad klub Prancis tersebut. Akan tetapi, hilangnya ban kapten memperlihatkan perubahan penting dalam posisinya di internal tim. Perkembangan bursa transfer selanjutnya akan menentukan apakah Hojbjerg bertahan di Marseille atau memilih tantangan baru bersama klub lain.