Lebih Dari 100 Ribu Aduan Gianni Infantino menjadi tekanan baru bagi Presiden FIFA tersebut menjelang pemilihan presiden organisasi sepak bola dunia pada Maret 2027. Saat ini, lebih dari 100.000 orang telah memberikan dukungan terhadap pengaduan yang menyoroti kepemimpinan Infantino. Karena itu, Komite Etik FIFA kini menghadapi tuntutan untuk memeriksa sejumlah tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Gerakan yang membawa pengaduan tersebut bernama Reboot FIFA. Organisasi hak asasi manusia FairSquare memprakarsai kampanye itu sejak berlangsungnya Piala Dunia 2026. Sejak saat itu, para pendukung gerakan tersebut terus menyoroti sejumlah tindakan Infantino selama memimpin FIFA.

Salah satu persoalan utama berkaitan dengan hubungan Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut para pengadu, hubungan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan terkait kewajiban FIFA dalam menjaga netralitas politik.

Selain itu, kampanye Reboot FIFA kemudian memperluas ruang lingkup persoalan yang mereka soroti. Dengan demikian, gerakan tersebut tidak lagi hanya memusatkan perhatian pada hubungan Infantino dengan Trump.

Komite Etik FIFA Terima Pengaduan

Pada Selasa, 8 September 2026, para penggagas kampanye menyerahkan pengaduan kepada Komite Etik FIFA. Melalui langkah tersebut, mereka berharap badan etik FIFA memeriksa seluruh tuduhan melalui mekanisme internal organisasi.

Secara khusus, pengaduan itu memuat beberapa tuduhan terhadap Gianni Infantino. Pertama, para pengadu mempersoalkan kemungkinan penyalahgunaan jabatan oleh Presiden FIFA tersebut. Selanjutnya, mereka menyoroti dugaan pelanggaran terhadap kewajiban menjaga netralitas politik.

Selain kedua persoalan itu, para pengadu juga memasukkan isu kewajiban loyalitas. Oleh sebab itu, materi pengaduan mencakup lebih dari satu aspek terkait kepemimpinan Infantino.

Dengan kata lain, kampanye Reboot FIFA tidak hanya mempertanyakan satu keputusan tertentu. Sebaliknya, para pendukung kampanye membawa beberapa persoalan sekaligus kepada Komite Etik FIFA.

Meski demikian, pengaduan tersebut masih berupa tuduhan yang membutuhkan pemeriksaan. Karena itu, dukungan lebih dari 100.000 orang tidak secara otomatis membuktikan seluruh tuduhan yang mereka ajukan.

lebih dari 100 ribu aduan Gianni Infantino

Gianni Infantino.

Reboot FIFA Perluas Persoalan yang Disorot

Seiring berjalannya kampanye, Reboot FIFA memperluas perhatian ke beberapa keputusan lain. Salah satunya berkaitan dengan pembatalan hukuman skorsing terhadap Folarin Balogun.

Di samping itu, proyek FIFA bernama FIFA Forward Enterprise juga masuk dalam daftar persoalan yang menjadi perhatian. Proyek tersebut sempat menimbulkan kontroversi. Namun, FIFA pada akhirnya membatalkan proyek itu.

Dengan adanya dua persoalan tambahan tersebut, ruang lingkup kampanye pun semakin luas. Awalnya, kritik banyak berfokus pada isu netralitas politik. Akan tetapi, kemudian para pendukung Reboot FIFA turut menyoroti keputusan dan kebijakan lain yang berkaitan dengan kepemimpinan FIFA.

Selanjutnya, pengaduan kepada Komite Etik menjadi langkah penting dalam kampanye tersebut. Melalui mekanisme itu, para pendukung Reboot FIFA ingin badan etik menilai tuduhan secara resmi.

Tekanan Meningkat Menjelang Pemilihan Presiden FIFA 2027

Di sisi lain, waktu munculnya pengaduan turut menarik perhatian. Gianni Infantino berencana kembali mengikuti pemilihan presiden FIFA yang berlangsung pada Maret 2027.

Oleh karena itu, perkembangan pengaduan ini muncul pada periode penting bagi Infantino. Menjelang pemilihan tersebut, ia harus menghadapi sorotan terhadap kepemimpinannya sekaligus kritik dari pendukung kampanye Reboot FIFA.

Selain itu, jumlah dukungan yang mencapai lebih dari 100.000 orang membuat isu tersebut semakin menonjol. Meskipun jumlah dukungan tidak menentukan hasil pemeriksaan, besarnya partisipasi menunjukkan bahwa kampanye itu berhasil menarik perhatian luas.

Namun demikian, keputusan selanjutnya tetap berada pada Komite Etik FIFA. Badan tersebut memiliki peran untuk menilai tuduhan yang masuk sesuai mekanisme yang berlaku di dalam organisasi.

Karena itu, perhatian kini tertuju pada langkah Komite Etik FIFA dalam menangani pengaduan tersebut. Para pendukung Reboot FIFA mengharapkan pemeriksaan terhadap dugaan penyalahgunaan jabatan, pelanggaran netralitas politik, serta kewajiban loyalitas.

Pada akhirnya, pengaduan tersebut menambah tekanan terhadap Gianni Infantino menjelang agenda pemilihan presiden FIFA 2027. Sementara itu, kampanye Reboot FIFA terus menjadi sorotan setelah lebih dari 100.000 orang memberikan dukungan terhadap laporan yang mereka bawa ke jalur etik organisasi sepak bola dunia.