Bilal Hasan Vs Nilson Rojas akan menjadi salah satu pertarungan menarik dalam gelaran UFC Shanghai 2026. Petarung asal Indonesia tersebut mendapat kesempatan untuk melanjutkan catatan impresifnya ketika menghadapi Rojas, fighter asal Peru yang juga belum pernah merasakan kekalahan dalam karier profesionalnya.
UFC menjadwalkan pertarungan tersebut berlangsung di Shanghai Oriental Sport Center, Shanghai, pada Minggu, 29 Agustus 2026. Bilal dan Rojas akan bertarung dalam divisi kelas terbang atau flyweight.
Duel ini menyita perhatian karena kedua petarung membawa statistik yang identik. Bilal mengoleksi sembilan kemenangan tanpa kekalahan. Sementara itu, Rojas juga memiliki rekor profesional 9-0. Bahkan, tujuh dari sembilan kemenangan petarung Peru tersebut berakhir melalui TKO atau KO.
Dengan catatan tersebut, pertarungan di Shanghai bakal menjadi ujian penting bagi kedua fighter. Salah satu dari mereka berpeluang mempertahankan rekor sempurna, sedangkan petarung lainnya berpotensi menerima kekalahan profesional pertama.
Bilal Hasan vs Nilson Rojas Masuk Main Card
UFC menempatkan Bilal Hasan vs Nilson Rojas dalam rangkaian main card UFC Shanghai. Kesempatan tersebut menjadi momentum penting bagi Bilal untuk memperkenalkan kemampuannya kepada penonton UFC yang lebih luas.
Selain mempertemukan Bilal dan Rojas, UFC Shanghai juga menghadirkan sejumlah pertarungan lainnya. Umar Nurmagomedov melawan Song Yadong menjadi laga utama dalam ajang tersebut. Keduanya akan bertarung di divisi kelas bantam.
Namun, perhatian penggemar MMA Indonesia tentu mengarah kepada Bilal. Ia datang ke UFC dengan modal sembilan kemenangan beruntun dan belum pernah kalah. Kini, petarung Indonesia itu menghadapi lawan yang mempunyai catatan serupa.
Rojas juga membawa ancaman besar melalui kemampuan penyelesaiannya. Dari sembilan kemenangan yang ia raih, tujuh di antaranya berakhir melalui TKO atau KO. Statistik tersebut menunjukkan bahwa Bilal harus menghadapi petarung yang memiliki kemampuan serangan berbahaya.
Kemenangan Cepat Antar Bilal Hasan Menuju UFC
Bilal Hasan memperoleh kontrak UFC setelah menunjukkan performa meyakinkan dalam ajang Dana White’s Contender Series (DWCS). Ia menghadapi Mridul Saikia di Meta Apex pada 12 Agustus 2026.
Bilal langsung tampil agresif sejak pertarungan dimulai. Ia tidak membutuhkan waktu panjang untuk menguasai duel dan menghentikan perlawanan Saikia.
Hanya dalam 45 detik pada ronde pertama, Bilal memastikan kemenangan melalui TKO. Penampilan tersebut membuka jalannya menuju UFC sekaligus memperpanjang catatan profesionalnya menjadi sembilan kemenangan tanpa kekalahan.
Hasil itu juga memperlihatkan kemampuan Bilal dalam menyelesaikan pertarungan secara cepat. Namun, tantangan yang menunggunya di UFC Shanghai memiliki karakter berbeda. Nilson Rojas datang dengan rekor sempurna dan tingkat penyelesaian pertarungan yang tinggi.
Oleh karena itu, laga di Shanghai menjadi kesempatan penting bagi Bilal untuk membuktikan bahwa performanya di DWCS dapat ia lanjutkan ketika memasuki panggung UFC.

Bilal Hasan.
Jadi Petarung Indonesia Kedua yang Tampil di UFC
Keberhasilan Bilal mendapatkan kontrak UFC sekaligus menambah daftar petarung Indonesia yang berhasil mencapai organisasi MMA tersebut. Ia menjadi fighter Indonesia kedua yang memperoleh kesempatan bertarung di UFC.
Sebelumnya, Jeka Saragih membuka jalan bagi Indonesia. Petarung asal Medan tersebut mendapatkan kontrak setelah mengikuti Road to UFC pada 2022.
Jeka kemudian menjalani tiga pertandingan di UFC. Ia mencatat kemenangan ketika menjalani debut menghadapi Lucas Alexander. Setelah itu, Jeka mengalami kekalahan saat bertemu Westin Wilson dan Yoo Joo-sang.
Kini, Bilal memiliki kesempatan untuk melanjutkan kiprah petarung Indonesia di panggung MMA dunia. Modal rekor sempurna membuat debutnya semakin menarik untuk dinantikan.
Rekor Identik Tambah Daya Tarik Pertarungan
Kesamaan catatan profesional membuat Bilal Hasan vs Nilson Rojas memiliki cerita tersendiri. Keduanya sama-sama memasuki pertarungan dengan sembilan kemenangan dan tanpa kekalahan.
Meski demikian, statistik bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil pertandingan. Bilal perlu menyesuaikan diri dengan atmosfer UFC sekaligus menghadapi gaya bertarung Rojas yang terbukti mampu menghasilkan banyak kemenangan melalui penghentian.
Di sisi lain, Bilal sudah memperlihatkan daya ledak ketika mengalahkan Saikia hanya dalam 45 detik. Kemenangan cepat tersebut dapat meningkatkan kepercayaan dirinya menjelang pertarungan di Shanghai.
Pertemuan dua fighter tak terkalahkan ini sekaligus memberikan peluang besar bagi pemenangnya untuk meningkatkan reputasi di divisi flyweight. Kemenangan pada laga pertama di UFC juga dapat menjadi fondasi penting untuk mendapatkan pertandingan berikutnya.
Bagi publik Indonesia, penampilan Bilal membawa arti lebih besar. Kehadirannya menunjukkan bahwa semakin banyak petarung Tanah Air mampu menembus kompetisi MMA tingkat dunia.
Kini, Bilal Hasan tinggal menghadapi tantangan berikutnya. Nilson Rojas akan menjadi lawan yang menguji rekor sempurna sekaligus kesiapan Bilal bersaing di UFC. Duel di Shanghai pun berpotensi menjadi awal perjalanan baru bagi fighter Indonesia tersebut di panggung MMA internasional.